Portal Berita Papua Barat

Warinussy: Perpanjang Run Way Bandara Rendani, Jangan Lupakan AMDAL

2
Perpanjang Run Way Bandara Rendani
Perpanjang Run Way Bandara Rendani, Jangan Lupakan AMDAL – Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH
Manokwari, Papuabaratoke.comPerpanjang Run Way Bandara Rendani. Rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandar Udara (Bandara) Rendani Manokwari, kembali disoroti. Kali ini, praktisi hukum di Manokwari yang juga Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH, mempertanyakan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Dalam siaran persnya kepada PBOke, Senin (2/10/2017), ia menilai AMDAL sangat penting sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 19997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, maupun Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999 tentang AMDAL.

Ia mengutip buku berjudul AMDAL dalam Sistem Hukum Lingkungan di Indonesia, yang ditulis Prof. DR. M. Daud Silalahi, SH, yang menyebut secara garis besar dan secara umum AMDAL didefisnikan sebagai suatu kegiatan (studi) yang dilakukan untuk mengidentifikasi, memprediksi, menginterpretasi dan mengkomunikasikan pengaruh suatu rencana kegiatan (proyek) terhadap lingkungan.

“Kegiatan proyek pembangunan perpanjangan Bandara Rendani Manokwari, masuk dalam kategori kegiatan yang harus memiliki dokumen AMDAL,” jelasnya.
Warinussy mengungkap luas wilayah penyebaran dampak, intensitas dan lamanya dampak berlangsung, banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang akan terkena dampak, merupakan hal-hal yang harus diperhatikan dalam rencana pembangunan Run Way bandara.

LP3BH Manokwari memandang kepemilikan dokumen AMDAL merupakan syarat mutlak dan perlu bagi pemrakarsa proyek/kegiatan tersebut sejak awalnya.
“Ini penting karena kepemilikan tersebut merupakan dasar penetapan keputusan kelayakan lingkungan hidup bagi proyek rencana permbangunan perpanjangan runway Bandara Rendani Manokwari,” sebutnya sembari mengaku hal ini sesuai dengan Pasal 24 dari Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (ARN/PBOke).

Comments
error: Content is protected !!