Portal Berita Papua Barat

Warning! 40 Persen Berita Hoax Sengaja Disebarkan Setiap Hari

0 102
Berita Hox Sengaja Disebarkan
Berita Hoax Sengaja Disebarkan – Staf Presiden Wandy N. Toturoong yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama I Eselon lB) KSP Pusat (Tengah) saat memberikan materi tentang seminar nasional Bahaya Hoax, di Manokwari, Senin (19/3/2018).(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Berita Hoax Sengaja Disebarkan.  Salah satu Pejabat Kelompok Kerja Staf Presiden Wandy N. Toturoong yang juga Menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama I Eselon lB) KSP menyebut banyak berita bohong atau hoax tersebar di media sosial (Medsos).

Hal ini dipaparkannya disela kegiatan deklarasi dan pelantikan Kordinator Daerah (Korda Papua Barat) Relawan Jokowi Centre (RJC) di Oriestom Hotel Manokwari, Senin (19/3/2018) siang.

Dimana, terangnya, masalah tentang hoax diduga sengaja dialirkan oleh para oknum tertentu yang masih menggunakan atau melihat celah kemediaan dan bersosial. Media mengedukasi masyarakat dengan pemahaman dan info berita yang tak teruji dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

“Sekarang orang dengan mudah memutarbalikan fakta bahwa apa yang kerap dilakukan pimpinan bangsa terhadap arah pembangunan suatu bangsa dari keputusan kepimpinan dan kebijakan arah nasional. Dimana kata dia pembangunan negara selalu gagal, hanya dengan satu metode bahasa hoax atau situasi yang direkayasa atau dibuat dan dikaitkan,”Ujar Wandy N. Toturoong, saat menjadi pembicara dalam kegiatan seminar nasional bahaya hoaks tersebut, di oriestom Hotel Manokwari senin (19/3/2018).

Dimana dalam era dan masa memasuki masa transisi kepimpinan bangsa, dan suasana nuansa perpolitikan serangan kabar hoaks, kini paling banyak diciptakan menyerang kepresidenan.

Dirincikan Wandy, setiap harinya terangkum dari para pemantau atau intelijen dunia dihital, terdapat sekitar 44,33 % setiap hari, adanya pergerakan penyebaran berita Hoaks yang masih mudah ditemui dan belum mampu dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan tak jarang menggunakan bahasa media.

Baca Juga:  Besok, Relawan Jokowi Center Deklarasi dan Dilantik

“Kita survei dan kita temui 76% warga indoensia sangat setuju berita hoaks meresahkan. dimana selain merugikan berbagai kalangan, dinilai merupakan sumber saling terjadinya opini buruk di tengah kehidupan bermasyarakat. selain itu 90% sangat menganggu pembangunan nasional,” cetus Wandy menerangkan.

Wandy juga menjelaskan, hingga kini sejak tertangkapnya berbagai kelompok organisasi oknum penyebar informasi berita hoaks, di laporkan bahwa penyebar hoaks itu sendiri justru orang dengan berlatar pendidikan dan berwawasan yang pengetahuan yang cukup baik, namun disalah gunakan ilmunya dan mengintimidasi orang lain dengan cara Hoax

“Tercatat sekitar 102.000 akun yang dibuat di sosial media (Sosmed) di sebar dan di mainkan dalam memainkan isu propaganda menyerang presiden. yang kerap berotak atau berlatar belakang tak jarang orang yang sebenarnya memiliki latar belakang pendidikan baik. seperti para dosen, kelompok wiraswasta, dan kelompok orang yang semestinya berpendidikan,” jelasnya.

Atas hal ini, atas nama staff kelompok kerja kepresidenan berharap, masyarakat dapat selalu lebih berhati – hati dan bijak menggunakan sosial media, dengan kecanggihan dunia digital dan era modern seperti sekarang. Hal ini penting guna semakin menekan laju penyebaran berita Hoaks di Indonesia.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!