Portal Berita Papua Barat

Wujudkan Manokwari Nol Sampah, 2018 Pemda Usulkan Rp 15 Miliar

0 55
Wujudkan Manokwari nol Sampah
Wujudkan Manokwari nol Sampah – Plt Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Manokwari, Drs Sumedi, M.Pd (Foto: PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manokwari, kembali membuktikan komitmennya untuk mewujudkan daerah setempat bebas sampah alias Manokwari Nol Sampah. Komitmen ini diwujudkan dengan mengusulkan anggaran Rp 15 miliar pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 mendatang.

“Kami telah menyusun masterplan pengelolaan sampah 2018, penyusunan tersebut melibatkan para ahli dari tim balitbang Universitas Papua (UNIPA). Anggaran yang diusulkan sebesar Rp 15 milyar, khusus untuk sampah,” kata Plt Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Manokwari, Drs Sumedi, M.Pd, saat ditemui Papuabaratoke.com, Selasa (12/12/2017) siang.

Dijelaskan, masterplan tersebut akan dijadikan Peraturan Bupati dan dari jumlah anggaran ini, akan meliputi wilayah kerja yang lebih luas, yakni hingga ke distrik Manokwari Selatan.

Dan dikatannya, hal ini sesuai dengan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan dan Edy Budoyo serta menindaklanjuti instruksi Presiden RI, Joko Widodo, untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah 2020.

Sumedi yang juga sebagai staf alhi Bupati Manokwari ini menyebutkan, Pemda melalui BLH, telah melakukan pengadaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Masing-masing, penambahan tiga unit truck pengangkut sampah serta 12 unit bak sampah jenis amrol.

Penambahan lima buah bak sampah (amroll) untuk pasar wosi dan Sanggeng
Baca Juga:  Petugas Kebersihan Pasar Sanggeng Tepis Tudingan Lakukan Pungli

Dia menerangkan, bak sampah tersebut sebagian telah disebar di titik-titik strategis. Diantaranya, di pasar Wosi dan Sanggeng.

“Untuk pasar wosi dan Sanggeng di tambah lima buah bak sampah (amroll), dua bak sampah lainya akan di simpan samping SMA Negeri 01 Manokwari,” ucapnya.

Ia menambahkan dari jumlah bak sampah dan truck saat ini, masih sangat kurang. Pasalnya Pemda menyusaikan dengan anggaran yang ada.

Selain itu, BLH ditugaskan dalam mengelola sampah, sebelumnya dians Pekerjaan Umum.

“Jadi kami masih menggunakan program-program perencanaan yang disusun dinas Pekerjaan Umum, sehingga pengelolaan sampah belum maksimal,” ujar dia.

Pihaknya pun berharap, adanya dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Disiai lain, ia mengapresiasi kepedulian kelompok pemuda, LSM, pecinta lingkungan yang ikut berkontribusi bersama pemerintah memerangi persoalan sampah di daerah ini.

Terakhir diharapkannya, Raperda pengelolaan sampah yang telah digenjot dan dibahas oleh DPRD Manokwari, bisa ditetapkan secepatnya. Sehingga dasar hukum fungsi kontrol, pengawasan dapat dijalankan maksimal

“Sehingga ada sangsi tegas kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” tutup Sumedi.

 

Editor: Kris Tanjung
Penulis: Clemens
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!