Portal Berita Papua Barat

Bertandang ke Redaksi Rakyatku, Pemred PBOKe Harap Media Online Kedepankan Independensi

0 49
Bertandang ke Redaksi Rakyatku
Bertandang ke Redaksi Rakyatku – Pemred PBOKe, Kris Tanjung (ke empat dari kanan) bersama Pemred Rakyatku.com, Mulyadi Abdilah (ke tiga dari kiri) serta didampingi wartawan Rakyatku.com,saat bertandang di redaksi Rakyatku.com, di jalan Pelita 2 nomor 2 Kota Makassar, Sulsel, Senin (5/2/2018). (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Makassar, Papuabaratoke.com – Bertandang ke Redaksi Rakyatku.  Pemimpin Redaksi (Pemred) media online Papuabaratoke.com (PBOKe) Kris Tanjung mengharapkan media online mampu mengedepankan independensi sehingga menjadi rujukan seluruh masyarakat.

Hal ini dinyatakan, Kris Tanjung, menyikapi di tengah menjamurnya media online, saat bertandang di redaksi Rakyatku.com, Jalan Pelita 2 nomor 2, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (5/2/2018) siang.

Kris yang mengawali perbincangannya dengan Pemred Rakyatku.com, Mulyadi Abdilah menuturkan, meski mengakui media yang dipimpinnya baru berjalan sekira tujuh bulan, namun dipastikannya, PBOKe adalah salah satu portal online di Papua Barat yang dikelola secara profesional dengan mengedepankan etika dan kode etik jurnalisme.

“Tentu kita mengharapkan semua media online menjaga konsistensinya dan mengedepankan Independensi dalam mengawal pembangunan dan kebijakan daerah yang berpihak pada peningkatan ekonomi rakyat,” ujar Kris.

Bertandang ke Redaksi Rakyatku
Bertandang ke Redaksi Rakyatku – Pemred PBOKe saat menyimak rapat agenda seting redaksi Rakyatku.com, Senin (5/2/2018). (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)

Tak hanya itu, Kris yang juga mantan wartawan Rakyatku.com di desk hukum ini, juga mengharapkan, media online terus menjaga konsistensinya dengan mengedepankan penyajian pemberitaan yang mengedukatif dan jauh dari isu profokatif yang dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan.

“Semua orang sangat mudah dan cepat mengakses berbagai informasi. Untuk itu keberadaan media online yang paham akan etika dan kode etik jurnalisme, harus bisa menjadi media yang mampu menyaring informasi yang menyesatkan,” pungkasnya.

editor : Redaksi
Comments
Loading...
error: Content is protected !!