Portal Berita Papua Barat

Diperkirakan 50 Juta Pekerja di Indonesia akan Hilang

0 49
Pekerja di Indonesia akan Hilang
Ilustrasi
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pekerja di Indonesia akan Hilang.  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro, mengungkapkan, sekira 50 juta pekerja di Indonesia akan hilang dalam beberapa waktu ke depan.

Pernyataan kepala Bappenas ini mengutip hasil riset lembaga konsultan internasional, McKinsey, mengenai dampak Economic disruption atau disrupsi ekonomi. Menurut Bambang, kondisi itu akan menghilangkan momentum pertumbuhan ekonomi yang berasal dari bonus demografi.

“Bonus demografi akan hilang oleh dirupsi ekonomi, karena banyak pekerjaan yang hilang digantikan oleh robot dan artificial inteligent (kecerdasan buatan),” jelasnya dalam seminar yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan di Denpasar, Selasa (6/2/2018), seperti dikutip dari laman kompas.com.

Bambang menjelaskan, kondisi itu akan memunculkan kesenjangan baru akibat dari hilangnya pekerjaan. Orang-orang yang bekerja pada sektor yang tergantikan oleh teknologi, akan menjadi kelompok yang sangat rentan.

“Memang ini mengecewakan. Namun di sisi lain, economic disruption juga akan memunculkan peluang baru. Ada pekerjaan-pekerjaan baru yang tercipta dari kondisi ini. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah,” jelas dia.

Terkait dengan kondisi ini, Bappenas perlu adanya upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia agar disruptive economy bisa menjadi momentum untuk meraih kesempatan baru.

Dalam kesempatan yang sama, President Director International Social Security Association Joachim Breuer mengatakan economic disruptive juga akan berdampak kepada institusi dana pensiun.

Dalam hal ini, disrupsi ekonomi membuat hubungan karyawan dan pemberi kerja tidak jelas. Kehadiran pekerja-pekerja individual membuat lembaga dana pensiun seperti halnya BPJS Ketenagakerjaan perlu mendefinisikan status baru dari para pekerja tersebut.

“Karena itu, perlu didefinisikan ulang mengenai bagaimana seharusnya jaminan sosial untuk para pekerja ini,” jelas dia.

Seminar bertaraf internasional ini dihadiri oleh sebanyak 125 pemerhati jaminan sosial dari 30 negara. Selain itu, juga hadir 350 praktisi jaminan sosial di Indonesia.

Baca Juga:  Komnas HAM Bentuk Timsus Cegah Ujaran Kebencian di Pilkada 2018

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama strategis antara BPJS Ketenagakerjaan dengan DGUV (German Social Accident Insurance) atau Lembaga Penyelenggara Jaminan Kecelakaan Kerja Jerman terkait K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan jaminan sosial.

Sumber: kompas.com
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!