Portal Berita Papua Barat

Pemerintah Kini Wajibkan Registrasi Ulang Kartu Prabayar Untuk Semua Operator, Wah Ada Apa ?

3
Registrasi Ulang Kartu Prabayar
Registrasi Ulang Kartu Prabayar
Papuabaratoke.com – Registrasi Ulang Kartu Prabayar. Bagi pemilik kartu seluler prabayar agar dapat melakukan registrasi ulang kartu anda, ini adalah keputusan Pemerintah untuk mewajibkan registrasi kembali bagi pemilik kartu seluler prabayar. Ada beberapa hal yang harus anda ketahui mengenai meregristrasi kembali kartu seluler prabayar.

Siapa yang harus mendaftar kartu seluler?

Registrasi nomor seluler atau SIM ada dua jenis: registrasi baru nomor SIM baru dan registrasi ulang nomor SIM lama.

Apabila ada nomor SIM baru yang mau diaktifkan, maka sejak 31 Oktober 2017 Anda harus melakukan registrasi baru dengan ketentuan yang mulai berlaku.

Registrasi dapat dilakukan sendiri atau di gerai pelayanan masing-masing operator.

“Registrasi sendiri (self registration) sebenarnya paling mudah karena tinggal mengirim SMS,” kata juru bicara Telkomsel, Adita Irawati.

Dijelaskannya, cara registrasi dengan mengirim SMS adalah sebagai berikut:

Pelanggan baru bisa mengetik: REG(spasi)nomorNIK(tanda#)nomorKK(tanda#) lalu kirim ke 4444

Pelanggan lama yang melakukan registrasi ulang mengetik: ULANG(spasi)nomorNIK(tanda#)nomorKK(tanda#) lalu kirim ke 4444

Bedanya apa registrasi yang dulu ?

Registrasi kartu seluler prabayar sudah beberapa kali diwajibkan oleh pemerintah, seperti pada 2005 dan 2014 lalu.

Registrasi kali ini -seperti dijelaskan juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Iza- berbeda dengan sebelumnya karena registrasi kali ini mensinkronisasi data pemilik kartu dengan Nomor Induk Kependudukan di Kementerian Dalam Negeri.

“Tujuan registrasi ini yang pertama untuk memberikan kenyamanan kepada seluruh pelanggan pengguna jasa telekomunikasi dan memberikan perlindungan juga, misalnya dari spam, sms yang tidak bertanggung jawab, yang cenderung akan penipuan dan sebagainya,” papar Noor iza.

“Yang kedua, saat ini kita sudah memiliki KTP elektronik yang ada di Kementerian Dalam Negeri, kita mendukung pemanfaatan National Single Identity Number atau Nomor Identitas Tunggal Nasional yang nanti validitasnya bisa diperiksa ke Kementerian Dalam Negeri.”

Baca Juga:  2 Terduga Teroris Serang MAPOLDA Sumut, 1 Polisi tewas

“Yang ketiga, memberikan keabsahan data identitas yang jelas siapa pengguna nomor ini sebenarnya.”

Seperti yang sudah-sudah, registrasi ini pun bertujuan untuk mengurangi penipuan lewat SMS dan telepon, yang meskipun sudah pernah dilakukan sebelumnya, masih marak terjadi sampai sekarang.

“Justru registrasi yang saat ini, identitas menjadi semakin jelas karena validitasnya didapat. Kalau sebelumnya yang prabayar, mereka memasukkan nomor KTP, nama, alamat tapi validitasnya, pemeriksaannya kan sangat sulit,” kilah Noor Iza mengenai nomor seluler yang masih rentan digunakan dalam penipuan.

“Nah sekarang sudah ada sistem elektronik yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri, validitasnya diuji di sana.” (PBOKe)

 

Comments
error: Content is protected !!