Portal Berita Papua Barat

Asprov Harus Berbenah, Sepakbola Papua Barat Harus Bangkit

0 33
Sepakbola Papua Barat Harus Bangkit
Pemerhati Sepakbola Papua Barat, Yohanis Piet Rumfabe

Manokwari, Papuabaratoke.com – Sepakbola Papua Barat Harus Bangkit. Prestasi sepakbola di Papua Barat saat ini butuh perhatian semua pihak. Kevakuman Asprov PSSI Papua Barat, juga berimplikasi pada mandegnya beberapa agenda PSSI di daerah, salah satunya pelaksanaan Liga 3 (Liga Nusantara).

Praktis, klub lokal (amatir) yang seharusnya mendapat kesempatan untuk berkompetisi pada Liga 2 PSSI, akhirnya pupus karena tidak terlaksananya Liga 3. Dengan demikian, quota (jatah) ke liga profesional PSSI pun terganjal.

Bandingkan kondisi ini dengan Provinsi Papua yang mengirim banyak wakilnya di Liga 2 Nusantara. Kondisi ini lengkap dengan gagalnya Perseka Manokwari melangkah lebih jaun ke babak semi final.

“Kita harus memiliki budaya malu ketika tidak mampu melaksanakan tanggungjawab yang diberikan, apapun alasannya,” tulis pemerhati Sepakbola Papua Barat, Yohanis Piet Rumfabe, Minggu (10/9/2017) via rilisnya kepada redaksi PBOke.

Menurutnya, ada sejumlah langkah kongkrit yang harus menjadi atensi pemerintah (stokeholder) serta praktisi sepak bola di Papua Barat. Diantaranya, hidupkan dan gairahkan kembali SSB dengan bantuan dana Hibah melalui OPD terkait dan sponsorship.

Baca Juga:  Bermain Imbang Tanpa Gol, Perseka Manokwari Gagal Ke Babak 16 Besar

Kemudian, peran serta dan dukungan orang tua untuk berparisipasi dalam program pembinaan sepakbola bagi anak-anak mereka. Pembinaan berjenjang SSB yang rutin disertai pelatih yang memiliki lisensi.

“Harus pula pembinaan SSB dimatangkan melalui kompetisi-kompetisi kelompok umur. Juga PPLP sepakbola (pola asrama) diaktifkan untuk menjaring pemain berbakat hasil seleksi dari berbagai daerah,” paparnya.

Selain itu, ia menilai agenda Popda dan Popwil (sepakbola), digelar konsisten dengan agenda yang jelas. Pembinaan sepakbola juga tak boleh hanya berorientasi tentang uang.

“Jika tidak ada pembinaan serta persiapan yangg baik, sebaiknya jangan sertakan tim mengikuti turnamen karena hasilnya tak akan maksimal,” tegasnya lagi.

Ia mengaku kritikan keras ini tidak bermaksud menyudutkan satu pihak tertentu, namun lebih kepada upaya dan ajakan untuk membangun kembali sepakbola Papua Barat.

Belum lama ini, Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, menyatakan pembinaan sepakbola di Papua Barat harus bangkit. Ia pun berkeinginan mengembalikan kejayaan sepakbola Papua Barat seperti era Perseman Manokwari Tahun 80-an. (ARN/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com