Portal Berita Papua Barat

Pemuda “Zaman Now” Adalah Pemuda Yang Apatis!

0 278
Pemuda Zaman Now Adalah Pemuda Yang Apatis
Pemuda Zaman Now Adalah Pemuda Yang Apatis – Rani Yanti Ngabalin, Kader HMI Jayapura.
Pemuda Zaman Now Adalah Pemuda Yang Apatis.  Ini tentang pemuda Indonesia. Pemuda indonesia yang punya prestasi membanggakan dunia, banyak Pemuda-pemudi Indonesia yang cerdas dan terkenal di dunia Internasional.

Seperti perkataan Presiden Pertama kita, Bung Karno “beri aku sepuluh pemuda maka akan ku goncangkan Dunia”.

Dan Itulah yang terjadi, banyak pemuda-pemudi kita yang berprestasi yang menjadi kebanggaan negeri ini di luar negeri sana, tetapi sayangnya banyak Pemuda dan Pemudi yang cerdas itu kemudian banyak yang tak menetap di negeri ini. Mereka lebih banyak membangun negeri orang lain dari pada kembali ke negeri sendiri untuk membangun.

Bukan tanpa alasan, mereka bukannya tak ingin kembali ke negeri ini namun sayang kecerdasan dan potensi yang mereka miliki tak terlalu dihargai di negeri ini. Padahal, harusnya pemerintah peduli dengan pemuda-pemudi yang punya potensi yang ada dinegara ini.

Banyak sekali potensi pemuda-pemudi di negeri ini yang sangat dicari-cari oleh negara lain. Negera lain pun mengakui potensi yang ada di negeri ini. Negeri yang penuh dengan kekayaan.
Inilah indonesia, Negeri yang di kenal di dalamnya kaya akan keanekaragam, mulai dari Bahasa, Suku, Agama, Ras dan Budaya yang menjadi satu dalam Nusantara.

Negara ini sangatlah kaya. Mulai dari Sabang sampai Merauke yang kekayaan alamnya berlimpah dan saking kayanya negeri ini sehingga menjadi incaran negara-negara tetangga untuk menguasai kekayaan alam yang ada di dalam negeri ini.

Namun apa? Pemuda-pemudinya, masyarakatnya, manusianya tak bisa berkembang. Kekayaan negeri ini hanya dimiliki oleh orang-orang serakah di luar sana. Indonesia pun rela membiarkan harta yang dimiliki oleh Indonesia ini di keruk oleh orang asing, sedangkan kita hanya mendapatkan restribusinya.

Kita pun rela menjadi budak di negeri kita sendiri pada hal kita punya kekayaan alam yang berlimpah tapi sebagaian besar berada di tangan asing, sedangkan kita? Apa yang kita dapatkan? Kita hanya mendapatkan ampasnya.

Dan apa yang terjadi? yang terjadi sekarang ini adalah kemiskinan bertambah, pengangguran bertambah, koruptor meningkat, belum lagi kenakalan remaja di mana-mana dan bentuk-bentuk ketimpangan sosial lainnya.

Pertanyaan di mana pemuda?
Apa peran pemuda dalam menyikapi hal-hal seperti ini. Apakah dengan keadaan yang sangat memprihatinkan di negeri ini pemuda yang katanya penerus bangsa ini hanya duduk manis sembari melihatnya? Pemuda sekarang ini acuh, ego dan tak mau turut berpartisipasi dalam memelihara kedaulatan dan kesejahterakan negeri ini.

Pemuda “Zaman Now” itulah istilah yang lagi populer sekarang ini yang katanya mereka sebut kekinian pada hal kenyataannya pemuda “Zaman Now” yang tidak bisa berbuat apa-apa, pasrah, terimah dan acuh akan berbagai permasalahan di negera ini.

Yah, mungkin karena itulah mereka lebih suka dibilang pemuda “Zaman Now” biar lebih eksis dan kekinian. Mereka hanya bisa bermain gedget dan suka pada hal-hal yang eforia semata.

Maka jangan heran jika pengguna Narkoba atau obat-obat terlarang semakin meningkat di kalangan pemuda di indonesia.

Pada hal kenyataannya pemuda di negara ini sangat pintar dan cerdas, namun sungguh sayang hanya sebagaian kecil dari pemuda yang memprihatinkan akan keadan negeri ini, hanya sedikit yang perduli dengan berbagai masalah di negeri ini.

Bangsa ini butuh generasi mudah yang perduli akan kedaulatan dan kesejahteraan negeri ini dan pemuda yang kritis untuk membangun bangsa ini, mengkritisi pemerintah, mengkritisi kepemimpinan untuk menciptakan kesejahteraan di begeri ini.

Namun, seperti yang terlihat di zaman yang sekarang ini. Zaman dimana teknologi semakin maju dan semakin canggih, dan seakan pemuda-pemudi berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan, menjadi yang paling eksis dan tidak mau di bilang ketinggalan zaman, sehingga pemuda-pemudi suda tidak lagi berperan sesuai dengan apa yang harus di perankannya, baik pada diri sendiri maupun untuk masyarakat luas.

Bagaimana kalau pemuda yang katanya pemegang tongkat estafet bangsa ini jika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan? dan jika seperti itu, dimana fungsi perubahan sosialnya. Seolah semua harapan yang di tobangkan pada pemuda sebagai generasi mudah, generasi penerus hanya menjadi kias semata.

Padahal sudah menjadi kewajiban kita sebagai pemuda, sebagai masyarakat akademis dan berintekektual untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan kita yang telah lama hilang.

90% blok migas kita kuasai oleh asing, belum lagi emas, belum lagi batu bara dan lain sebagainya. Kemudian ketika kita hanya dilenakan oleh besarnya upah yang diberikan, bergantung pada obat-obat terlarang dan masih bergantung pada gedget bahkan hal-hal yang tidak menguntungkan sama sekali. Mau jadi apa negara ini?

Kita sebagai pemuda mari bangkit, mari buat perubahan dan mari ciptakan zona yang nyaman di negeri ini, hentikan kebiasaan menggunakan gedget (Yang Negatif) sekarang, berhenti mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Berhentilah jadi pemuda-pemuda yang terlalu apatis. Bukankah pemuda yang hebat adalah ia yang mampu membuat generasi-generasi lain bisa terispirasi untuk membangun negeri ini? Jadilah pemuda “Zaman Now” yang berpikir kritis untuk menuju “Generasi Emas bukan generasi yang Apatis.

Penulis : Rani Yanti Ngabalin, Kader HMI Jayapura
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com