Portal Berita Papua Barat

1.999 Hektare Sawah Baru Dibuka di Papua Barat

4
Sawah Baru Dibuka di Papua Barat
Sawah Baru Dibuka di Papua Barat – Gubernur PB D. Mandacan meninjau langsung sawah baru di Distrik Masni, bersama TNI Kodam XVIII Kasuari (Rabu 11/10)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Strategi program percepatan cetak sawah Tahun 2017 di Provinsi Papua Barat seluas 1.999 hektare. Ribuan hektar sawah baru ini tersebar di Delapan Kabupaten.

Antara lain, Kabuapten Manokwari 415 hektare , Manokwari Selatan 520 hektare, Teluk Bintuni 322 hektare, Teluk Wondama 40 hektare, Sorong 292 hektare, Sorong Selatan, 220 hektare, Tambrauw 50 hektare, Raja Ampat 150 hektare, dan Fak-fak, 210 hektare.

Demikian ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua Barat, Yakob Fonata dalam acara tanam padi perdana program cetak sawah Tahun 2017, yang dipusatkan di Kampung Sumber Boga, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Rabu (11/10/2017)
Program cetak sawah telah dilaksanakan sejak 2015 lalu. Telah ada MoU antara Menteri Pertanian dan Panglima TNI dengan melibatkanTNI-AD.

Program 2017 ini merupakan program tahun ke-3.
Kata Fonataba, program cetak sawah adalah program yang dilatarbelakangi arah kebijakan Presiden dalam rangka mendorong kedaulatan pangan. Juga pelaksanaan program nawacita dalam rangka mendukung kemandirian ekonomi.


“Program ini juga sesuai visi dan misi gubernur dan wakil gubernur yang bertujuan membangun perekonomian daerah yang maju, dengan memanfaatkan teknologi yang maju, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat kampung.

Sumber pembiayaan program perluasan cetak sawah dibiayai melalui APBN murni Tahun 2017 senilai Rp38,931 miliar. “Realisasi fisik di lapangan yang dikerjakan oleh TNI telah mencapai 60 persen,” ungkap Fonataba.

Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo mengatakan, Tahun 2016 perluasan areal cetak sawah di Manokwari, adalah 640 hektare. Di tahun 2017 bertambah lagi 415 hektare.
“Dengan total lahan sawah 1.055 hektare jika diusahakan dengan baik bisa menambah produktifitas menjadi 4.420 ton gabah siap giling atau setera dengan 2.347 ton beras untuk satu musim tanam.

Baca Juga:  Pengelolaan Hutan Papua Barat Bersifat Nasional

Lahan ini bisa menghasilkan 4.694 beras untuk dua musim tanam,” kata wabup.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan memberikan apresiasi kepada TNI AD yang ikut mendukung program perluas areal cetak sawah. Gubernur berharap lahan sawah yang dicetak digunakan sebagai lahan untuk menanam tanaman pangan supaya produktifitas beras bisa mencukupi kebutuhan di daerah.

“Bantuan dari Kementerian Pertanian harus dimaksimalkan dan dikerjakan sesuai target. Kawal program pertanian sehingga masyarakat bisa sejahtera dan dapat menekan laju inflasi daerah. Sinergitas program penting sehingga program tidak menumpuk pada satu wilayah saja, dengan demikian hasil bisa nampak,” terangnya .

Dalam kesempatan itu, selaku Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus juga mengajak masyarakat terutama para pemilik ulayat, untuk iktu mendukung program perluasan cetak sawah sehingga bisa berjalan maksimal.

”Semua yang kita bangun adalah untuk masyarakat,” tandasnya.
Pangdam XVIII Kasuari, Mayjend TNI Joppye Onesimus Wayangkau saat menyampaikan sambutannya mengatakan, di Papua dan Papua Barat perluasan arena untuk buka-cetak sawah baru masih minim.

Menurut Joppye, jumlah lahan banyak tetapi tidak terpusat. Lahan yang ada terpencar-pencar sehingga menyulitkan dalam bekerja dan efesiensi penggunaan anggaran. Dikatakan, secara nasional swasembada pangan sudah dicapai.

“Saya saran, untuk di Papau Barat kita buat program dan kejar untuk dicapai dalam waktu berapa lama? Lahan kita banyak tapi masih banyak kayu-kayu sehingga butuh anggaran dan waktu.

Kita fokus pada program pertanian, TNI AD siap membantu, bupati/wali kota di Papua Barat semua merespon baik,” ujar pangdam. (ARF/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!