Portal Berita Papua Barat

19 Juta Raib Ditipu Pansel Casis Polda Gadungan

0 5
Advokad HAM di Manokwari, Yan Christian Warinussy SH
Advokad HAM di Manokwari, Yan Christian Warinussy SH

Manokwari, Papuabaratoke.com – Advokad HAM di Manokwari, Yan Christian Warinussy SH, membeberkan indikasi penipuan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab dari seleksi anggota polisi yang digelar Polda Papua Barat.

Rabu (7 Juni 2017), Demianus Dowansiba, orang tua dari Arfeus Ullo yang ikut tes anggota polisi, datang ke Kantor LP3BH Manokwari bersama Pdt. Nehemiah Baker. Mereka melaporkan dugaan tindak pidana penipuan via ponsel, dari seseorang yang mengaku sebagai Ketua Tim Seleksi Anggota Polisi pada Polda Papua Barat.

Menurut Demianus Dowansiba, anaknya, Arfeus Ullo, telah mendaftar sebagai calon Tamtama Polisi pada panitia seleksi di Polda Papua Barat. Selain memenuhi pesyaratan dan mengikuti semua jenjang tes, belakangan anaknya dinyatakan gugur tes.

Tanggal 22 Mei lalu, Demianus mengaku dihubungi seseorang via ponsel dengan nomor 085211204030. Oknum ini mengaku dari panitia seleksi dan menyatakan jika anaknya masih kekurangan berkas yang harus dilengkapi.

“Saat bertanya, Demianus tidak mendapat jawaban yang diharapkan oleh panitia seleksi. Orang yang menelpon sepertinya paham betul bagian mana tes anaknya yang tidak lulus,” rilis Warinussy.

Sayangnya, Demianus tertipu atas permintaan orang tak dikenal itu, dengan mentrasfer uang dua kali, tanggal 22 Mei sebesar Rp. 9 Juta dan tanggal 25 Mei 2017 sebesar Rp.10 Juta melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Manokwari.

Pemilik rekening BRI Nomor 1151-01-010156-50-8, bernama Dhika Fajriana Myang, menurut data dari bank, beralamat di Kampung Jampang, Kelurahan Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor,  Provinsi Jawa Barat.

Bahkan, sebelum melapor hal ini ke LP3BH Manokwari, yang bersangkutan masih menelpon untuk meminta uang sisa dari total Rp25 Juta yang diminta. Sayangnya, saat ini nomor tersebut sudah tak bisa dihubungi.

Warinussy sudah menyarankan Demianus mengumpul sejumlah bukti dan sesegera mungkin membuat laporan ke Polda Papua Barat.  (ARN/PBoke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!