Portal Berita Papua Barat

Bahan Makanan, Transportasi, dan Komunikasi Penyumbang Inflasi di Papua Barat

0 35
Penyumbang Inflasi di Papua Barat
Penyumbang Inflasi di Papua Barat – Bahan Makanan, Transportasi, dan Komunikasi Penyumbang Inflasi di Papua Barat.(Foto: Ilustrasi)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Penyumbang Inflasi di Papua Barat.  Badan Pusat Statistik merilis Provinsi Papua Barat pada Januari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,60 persen. Dari 82 kota IHK (indeks harga konsumen), tercatat 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi.

Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Endang Retno Sri Subiyandani, Kamis (1/2/2018) mengatakan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran.
Yakni, kelompok bahan makanan 1,20 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,67 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,60 persen;

Selain itu, kelompok kesehatan 0,15 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,05 persen. Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2018 sebesar 0,60 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2018 terhadap Januari 2017) sebesar 1,36 persen.

Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Endang Retno Sri Subiyandani.(Foto: Arsip PBOKe)

Inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung 1,42 dan terendah terjadi di Tanggerang 0,04 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jayapura -1,12 persen dan terendah terjadi di Meulaboh -0,14 persen
Di samping itu, Kota Manokwari juga mengalami inflasi 0,90 persen. inflasi dipengaruhi oleh kenaikan indeks yang signifikan pada beberapa sub kelompok.

Yaitu sub kelompok daging dan hasil-hasilnya 6,90 persen; sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 6,44 persen; sub kelompok ikan segar 3,68 persen; sub kelompok transpor 3,58 persen; serta sub kelompok bumbu-bumbuan 2,44 persen.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!