Portal Berita Papua Barat

BNN Papua Barat Beberkan Penyalahgunaan Narkoba Sepanjang 2017

0 17
BNN Papua Barat
BNN Papua Barat – Press rilis akhir tahun 2017 BNN Papua Barat.(Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – BNN Papua Barat.  Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat, kembali membeberkan sejumlah kasus penyalahgunaan narkoba sepanjang 2017. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala BNN Papua Barat, Brigjen Pol Untung Subagyo di hadapan sejumlah awak media, dalam press rilis akhir tahun di kantornya, Rabu (27/12/2017) siang.

Dia menyebutkan, dari 6 Kasus yang ditangani BNN, diperoleh 8 tersangka yang kini sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri.

Dan kata dia, dari 5 kasus yang ditargetkan BNN Pusat, sepanjang tahun 2017 BNN Papua Barat berhasil mencapai 6 Kasus. Dan hal ini berbeda dengan Tahun sebelumnya di mana hanya berhasil menuntaskan 9 Kasus dari 10 kasus yang ditargetkan.

“Barang bukti yang berhasil diamankan, sebanyak 19,61 gram sabu. Sedangkan tahun sebelumnya ada 9 tersangka dengan barang bukti sabu 128,682 gram, jenis ganja sdkitar 79,94 gram dan ekstase, 101 butir,” beber Untung.

Lebih lanjut, Untung menuturkan, di tahun (2017) ini, pihaknya melakukan operasi bersinar yang menyasar beberapa tempat hiburan di dalam kota Manokwari dan juga dua Kota lainya yakni Kabupaten Teluk Bintuni dan Kota Sorong.

Press rilis akhir tahun 2017 BNN Papua Barat.(Foto: Kris Tanjung/PBOKe)

“Di (Dalam Kota, red) Manokwari beberapa tempat yang kita sasar. Mulai dari gudang cargo bandara Rendani, tempat hiburan malam (THM) dan Lokalisasi Maruni. Untuk di Kabupaten Bintuni dan Kota Sorong, yang terindikasi 28 orang dari 722 orang yang diperiksa atau dites urinennya,” terangnya.

Untung pun sempat menyebutkan, tindakan hukum yang dilakukan terhadap sejumlah pelaku penyalahgunaan narkoba di wilayah Papua Barat, di tahun 2016 silam, berhasil dilimpahkan hingga tahap P21 di Kejaksaan Tinggi Papua.

Baca Juga:  LP3BH : Evaluasi dan Revisi UU Otsus Sangat Mendesak

“Kalau tahun ini, ada 5 kasus yang sudah dilimpahkan, dan ada satu kasus yang masih dalam proses perbaikan berkas,” bebernya.

Terakhir dia pun menuturkan, belum hadirnya Kejaksaan Tinggi di wilayah Papua Barat, menjadi kendala ihwal pelimpahan. Pasalnya, dalam proses ini, pihaknya harus ke Jayapura Provinsi Papua, sehingga hal ini dirasa menyita waktu.

Meski demikian, pihaknya berupaya maksimal dalam hal memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

 

Penulis: Kris Tanjung
Comments
Loading...
error: Content is protected !!