Portal Berita Papua Barat

Bos Kelas Kakap Tambang Ilegal Wariori Tak Tersentu Hukum ?

0 9

Manokwari, Pauabaratoke.com – Enam tersangka kasus tambang ilegal saat ini masih ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat. Keenam TSK masing-masing berinisial RA, R, RL, A, J dan SB.

Mereka diduga melakukan tindak pidana penambangan tanpa Ijin Usaha Pertambangan (IUP), Ijin Pertambangan Rakyat (IPR) dan Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai pasal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 48, pasal 67 ayat (1), pasal 74 ayat (1) dan atau ayat (5) Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009, tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Saya mempertanyakan penangkapan dan penahanan serta proses perkara terhadap enam klien ini,” ujar Yan Christian Warinussy SH, Penasehat Hukum tersangka kasus tambang illegal Wariori, kepada PBOKe Kamis (22/6/2017).

Menurut dia, beberapa orang terduga lain yang menjadi pemilik sejumlah alat berat maupun pemilik helikopter, seakan tak tersentuh sama sekali.

“Para klien saya ini hanya menjadi penambang dan pemberi modal kerja. Mereka ada yang membayar 30 Juta kepada pemilik ulayat. Pemilik ulayat yang tiggal di SP 3,” ungkapnya.

Ia menilai pemberi ijin lokasi penambangan (masyarakat adat), harus pula dimintai pertanggung jawaban secara hukum.

Warinussy mengaku sudah mengajukan penangguhan penahanan kliennya tanggal 15 Juni 2017 lalu, namun belum ditanggapi Polda Papua Barat.

Ia berencana mengambil langkah pra peradilan atas penatapan status keenam kliennya serta mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum melalui Pengadilan Negeri Manokwari. (ARN/PBOKe)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!