Portal Berita Papua Barat

BPOM: Waspada…! Penyalahgunaan Obat di Kalangan Pelajar Meningkat

0 34
Penyalahgunaan Obat di Kalangan Pelajar
Penyalahgunaan Obat di Kalangan Pelajar Meningkat – Kepala BPOM di Manokwari, Mojaza Sirait. (Photo: ARF/PBOke)
Manokwari, Papuabaratoke.comPenyalahgunaan Obat di Kalangan Pelajar. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mewaspadai peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Manokwari. Pasalnya, kasus peredaran obat ilegal dan penyalagunaan obat sudah terjadi di beberapa daerah. Salah satu daerah adalah Provinsi Papua.

Kepala BPOM di Manokwari Mojaza Sirait, Rabu (4/10/2017) mengatakan penyalahgunaan obat di kalangan pelajar menunjukan tren peningkatan. Ini menjadi fenomena. Ia mengatakan, di Papua Barat kasus PCC (paracetamol, cafein, dan carisoprodol) sudah ditemukan di Kabupaten Fak-fak dan Kaimana.

“Temuan ini membuktikan bahwa ancaman ini sudah ada di tengah-tengah kita. Tidak bisa dikatakan aman-aman saja. Keadaannya ini darutat,” ujar Mojaza di sela-sela acara pencanangan aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat yang berlangsung di lantai 3 kantor gubernur Papua Barat.

Data Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Barat Januari hingga 2 Oktober, telah ada 10 laporan polisi dengan 11 tersangka pelaku penyalagunaan obat-obatan. Dengan jumlah barang bukti mencapai 10.043 pil PCC.
Dari jumlah kasus itu, dua kasus sudah tahap dua, satu kasus tahap 1, dan 7 kasus dalam proses lidik. “Modus operandinya menggunakan jasa pengiriman barang dan ada yang dibawa dengan kapal laut,” kata Direktur Reserse Narkoba, Kombes Pol Bambang Ponco Sutiarso, SH, M.H.

Mojaza tak menampik fakta bahwa penyalahgunaan obat di kalangan pelajar meningkat. Untuk itu, ia menekankan, apotek, tenaga kesehatan dan pihak yang terkait dengan obat-obatan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas.

“Data dari lapangan memang belum kita temukan tetapi akan ditelusuri karena obat-obatan itu sangat berbahaya terhadap kesehatan. Belum bisa saya katakan kasus obat ilegal dan penyalahgunaan obat ada di daerah ini karena belum kita periksa, kita periksa dulu baru bisa dikatakan ada atau tidak,” tukasnya.

Baca Juga:  Hadir Sebagai Saksi, Ishak Hallatu Beratkan Terdakwa ES di Pegadilan Tipikor

Dalam kegiatan yang melibatkan sekira 10 stake holder pemangku kepentingan menyangkut obat-obatan. Terkuak jika salah satu merk obat batuk resmi, yaitu komix. Obat ini adalah salah satu jenis obat yang sering disalahgunakan.
“Contohnya, ketika ada yang membeli komix, betul obat ini digunakan untuk batuk? Kalau perlu nama dan alamat pembeli itu dicatat, supaya diketahui statusnya. Pembelian itu bisa dilayani untuk kebutuhan normal beberapa hari saja,” ujarnya.

Selain fokus mengawasi pengadaan obat yang dilakukan pemerintah maupun pihak swasta, lanjut Mojaza, sesama apoteker perlu membangun jejaring sehingga mudah dalam mendeteksi indikasi penyalahgunaan obat.
“Aturan kerja kefarmasian jelas tetapi belum maksimal. Penyalahgunaan obat harus diantisipasi. Kasus obat palsu di Papua Barat belum ada tetapi moga-moga tidak ada. Untuk yang lain seperti jamu, makanan, dan kosmetik sudah ada,” kata Mojaza menambahkan. (ARF/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!