Portal Berita Papua Barat

Bulog Gandeng Distributor Kontrol Harga Gula Pasir

0 53
Bulog Gandeng Distributor
Bulog Gandeng Distributor – Pose bersama kiri-kanan Dir Reskrimsus Kombes Pol. Parlindungan Silitonga, Kepala Perum Bulog Muhammad Said, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Manokwari, Rosita Watofa dan Mariani Pirono Direktris CV Makmur Perkasa (Photo ARF/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.comBulog Gandeng Distributor. Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) Sub Divisi Regional Manokwari, Jumat (13/10/2017) remsi menandatangani nota kesepahaman kerjasama dengan CV Makmur Perkasa.

Kerjasama ini menyangkut pendistribusian gula pasir kemasan 50 Kg, yang hanya boleh disalurkan oleh distributor resmi. Di mana, CV Makmur Perkasa siap mengikuti aturan dan bertindak sebagai salah satu distributor gula tersebut.

Kepala Perum Bulog, Muhammad Said mengatakan, kerjasama yang terjalin dalam rangka mengdorong penyeragaman harga jual gula pasir di pasang. Harga jual  yang berlaku secara nasional, yakni sebesar Rp12.500 per kilonya.

“Kita sudah menyiapkan 500 ton gula pasir yang siap disalurkan. Penyaluran gula ini tidak dibatas disesuaikan dengan kebutuhan atau tingkat penjualan masing-masing distributor. Semakin banyak distributor yang bekerjasama akan semakin bagus karena harga semakin terkontrol,” katanya.

Kerjasama ini dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Perdagangan nomor 884 Tahun 2017 tanggal 18 September tentang penjualan dan pembelian gula oleh Perum Bulog, Peraturan Dirjen Perdagangan nomor 465 Tahun 2017 tentang penjualan gula yang ditujukan ke Bidang Perdagangan di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota.

Kata Said, untuk melaksanakan program pendistribusian gula pasir, maka Perum Bulog juga telah menandatangani kerjasama dengan Kapolri terkait pembentukan Satgas Pangan lebih khusus menyangkut pendistribusian gula pasir. Selain gula pasir, ia mengaku juga akan menyalurkan bawang putih.

“Gula kemasan 50 Kg hanya boleh dipasok oleh bulog dan akan disalurkan melalui distributor yang sudah ada bekerjasama. Ada banyak distributor di daerah ini, sehingga MoU ini akan dilakukan dengan beberapa distributor lainnya,” ujarnya seraya mengatakan sudah ada CV KIA yang ingin bermitra.

Baca Juga:  Bulog Manokwari Genjot Distribusi Rastra

Dijelaskan, sesuai aturan, distributor yang sudah ada kerjasama tak boleh menjual gula diatas HET Rp12.500. “Banyak distributor di luar sana sehingga kita sulit kita kontrol. Ini tugas Perindagkop dan Satgas Pangan yang mengontrol, kita sebagai operator mendistribusikan barang. Distributor yang menjual di atas harga tersebut, itu pelangaran,” terangnya.

Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional Manokwari, Muhammad Said dan Direktris CV Makmur Perkasa, Mariani Pirono teken  MoU, kerjasama penyaluran gula pasir kemasan 50 kilogram. (Photo : ARF/PBOke)

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Manokwari, Rosita Watofa juga menghadiri penandatangan nota kesepahaman kerjasama tersebut. Hadir pula, Direktur Reserse Kriminal Khusus Direktorat Reskrimsus Polda Papua Barat, Komisaris Besar Polisi, Parlindungan Silitonga.

Watofa mengatakan, penyeragaman harga bapok khususnya gula masih menemukan kendala. Karena, belum semua pendagangan mengetahui soal aturan yang ada. Akan tetapi, hal ini bisa disikapi dengan melakukan sosialisasi aturan secara berkelanjutan.

“Saya juga minta agar pedangan jangan marah kalau diawasi, gula adalah produk makanan yang dikonsumsi banyak orang, jangan marah kalau diawasi. Jangan kuatir kalau ada pengawasan kita harus fleksibel, beri informasi saja sehingga hal-hal emergensi bisa disikapi segera,” ujarnya mengimbau.

Terpisah, Komisaris Besar Polisi, Parlindungan Silitonga, S.I.K mengatakan, pengawasan secara rutin terhadap penyaluran gula sudah berjalan. Meski demikian, pengawasan yang dilaksanakan belum didukung dengan anggaran yang memadai.

“Kita mencoba berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat agar dapat membantu dari sisi penganggaran. Prosedur jika ada pelanggaran, kita amankan dulu dan koordinasi, dirapatkan baru diambil keputusan. Satgas ini melibatkan beberapa instansi. Hasil pengawasan, belum ada temuan, baru pengawasan rutin,” ujar Silitonga. (ARF/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!