Portal Berita Papua Barat

Bupati Piet Geram, Hari Kedua Masuk Kantor Minim Pegawai

0 30
(kemeja cokelat) Bupati Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT saat sidak di kantor Dinas Pendapatan Daerah, (kemeja hijau) Kepala Dinas Pendapatan Daerah Benyamin Sapari. (Ist)

Bintuni, Papuabaratoke.com – Pasca libur Natal 2017 dan tahun baru 2018, Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT terlihat geram.

Dari hasil sidak tingkat kehadiran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Teluk Bintuni mendapati banyak PNS yang tidak masuk dengan alasan yang tidak jelas.

Hal ini terlihat saat Bupati menyambangi beberapa SKPD di daerah Kota Bintuni, diantaranya kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni dan Dinas Pendapatan Daerah Teluk Bintuni, didapati jumlah kehadiran pegawai tak lebih dari 50 persen.

“Saya prihatin harusnya tidak ada yang bisa dijadikan alasan jika hari kedua mulai aktif masuk kantor masih ada pegawai yang membolos karena libur kemarin sudah lebih dari cukup,” ujar Bupati yang akrab disapa Piet, diselah sidaknya, Kamis (4/1/2018).

Dikatakan Piet, beberapa waktu lalu pihaknya sudah memberikan liburan lebih dari cukup. Akan tetapi banyak disalahgunakan oleh PNS dengan tidak masuk tanpa alasan yang tidak jelas.

“Saya minta kepada mereka yang hari ini absen agar diberi peringatan keras sehingga kedepan lebih disiplin,” tegas Piet.

Meski demikian Bupati Piet menuturkan, masih memberikan toleransi atas ketidakhadiran ASN di lingkup Kabupaten Teluk Bintuni hingga, Senin (8/1/2018) mendatang.

“Sampai hari senin tgl 08 januari 2018 tidak ada alasan lagi bagi pimpinan OPD pegawai negri sipil ASN dan honorer yang tidak masuk kantor dan tidak hadir dalam apel pagi dan sekaligus ibadah oikumene secara Kristen dan Muslim yang di pusatkan di Sasana karya Kantor Bupati.

Bila ada aparatur sipil negara atau honorer yang tidak hadir pada apel dan ibadah di maksud akan di ambil tindakan tegas seperti sanksi administrasi atau copot dari jabatannya, “Tegas Bupati Alumnus Universitas Gadja Mada medio tahun 1998-2000 itu. (PBOKe)

Baca Juga:  Pembahasan Raperda APBD 2018 Molor, Ini Alasan DPR-PB
Penulis : Adrian Kairupan
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com