Portal Berita Papua Barat

Dinilai Berperan, Pangdam Kasuari Minta Gereja Ikut Bentuk Moral Putra Papua

0 39
Gereja Ikut Bentuk Moral Putra Papua
Gereja Ikut Bentuk Moral Putra Papua – Foto bersama pada acara tatap muka Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau bersama Tokoh Agama Kristen Protestan dan Katolik se-Wilayah Manokwari, Papua Barat, di aula Makodam, Selasa (13/2/2018). (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Gereja Ikut Bentuk Moral Putra Papua.   Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau meminta gereja-gereja ikut membentuk moralitas putra-putri asli Papua, khusunya dalam rekrutmen prajurit TNI AD.

“Kita nilai, peran geraja sangat besar ikut membentuk moral anak-anak asli Papua. Karena itu sengaja saya undang para pendeta agar bisa mempersiapkan lebih awal,” ujar Wayangkau dalam acara tatap muka dengan tokoh agama Kristen Protestan dan Katolik se-Wilayah Manokwari, Papua Barat, di aula Makodam, Selasa (13/2/2018).

Ia mengatakan, bahwa moralitas juga sangat diperlukan dalam rekrutmen calon prajurit TNI. Pasalya kata dia, banyak kasus, jika moralitas seseorang prajurit TNI dibawah standar, maka akan sangat berpengaruh pada tugas dan tanggungjawabnya.

“Kalau moralnya baik, sudah pasti disiplin tapi jika sebaliknya, tidak baik juga sudah pasti tidak disiplin. Nah inilah harapan kami dan saya meminta bantuan pada para pendeta serta pemuka agama ini sehingga mereka bisa sampaikan di setiap hari-hari ibadah karena jangkuan pendeta-pendeta ini ada yang sampai di kampung-kampung,” tuturnya.

Dia mengatakan, bahwa untuk menjadi prajurit TNI, ada tiga hal dasar yang harus dimiliki. Yaitu memiliki kemampuan intelektual, moralitas dan kesehatan jasmani.

Untuk itu, ia sangat berharap putra asli Papua untuk disiapkan secara kesehatan lebih awal. Dan Kodam XVIII Kasuari membuka ruang untuk membina putra-putri asli Papua yang ingin menjadi parajurit TNI.

Karena standar dasar menjadi prajurit TNI lanjutnya, sangat berat dan harus diikuti setiap calon prajurit hingga menjalani tugasnya.

“Supaya bisa memenuhi standar ini, harus kita siapkan lebih awal. Artinya kalau ini disiapkan, pasti anak-anak kita mampu bersaing dan pasti bisa lolos menjadi Prajurit TNI,” ucapnya.

Baca Juga:  UNIPA Cetak 241 Sarjana, 29 Gondol Predikat Dengan Pujian

Dikemukakan, bahwa prajurit TNI dididik dengan tingkat disiplin yang keras. Hal itu untuk melatih prajurit mampu bertahan dalam situasi apa pun.

“Nah itu lah kegunaan stadar yang diterapkan dalam rekrutmen Prajurit TNI. Mungkin anak-anak gereja kita yang ingin masuk di prajurit TNI, kami harapkan bisa disiapkan lebih awal,” kata dia.

“Saya sudah sampaikan ke Dandim dan diteruskan ke Danramil untuk melakukan pendataan lebih awal anak-anak asli Papua yang ada di pedalaman. Sehingga bisa dibina untuk disiapkan. Jadi kalau sejak awal disiapkan dan dilatih nanti saat ikut tes, kita yakin bisa memenuhi stadar,” sambungnya.

Untuk itu, ia menghimbau bagi para orangtua dan keluarga asli Papua, mulai dari saat ini persiapkan putra-putrinya. Jika memang lanjutya, menginginkan putra-putrinya untuk dibina, Kodam siap membantu.

“Jadi harus dari sekarang anak-anaknya disiapkan. Supaya kita tau apa kekurangan yang bisa kita perbaiki. Jangan nanti saat tes sudah dibuka baru datang titip ke saya, karena kalau sudah proses berjalan susah kita bantu memperbaiki kekurangan-kekurangan itu. Tapi kalau disiapkan dari awal kita bisa upayakan perbaiki apa yang harus diperbaiki,” pungkas Wayangkau.

Penulis : Kris Tanjung

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com