Portal Berita Papua Barat

Dominggus : 1 Tungku Tiga Batu Harus Berlaku Di Tanah Papua

0 6
Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan saat menghadiri Sidang Klasis IX GKI Klasis Fakfak
Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan saat menghadiri Sidang Klasis IX GKI Klasis Fakfak

Manokwari, Papuabaratoke.com – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, Selasa (8 Agustus 2017), menghadiri Sidang Klasis IX GKI Klasis Fakfak. Sidang yang digelar hingga tanggal 10 Agustus ini, juga akan memilih kepengurusan baru.

Menurut Gubernur, Kabupaten Fakfak merupakan barometer dalam kehidupan Bhineka Tunggal Ika dalam bidang kerohanian.  Khususnya kehidupan dengan tradisi yang melekat dari jaman dulu, 1 tungku 3 batu, dimana dalam satu keluarga hidup berdampingan dengan tiga agama berbeda,
Islam, Protestan dan Katolik.

“Besar harapan saya, ini dapat berlaku di seluruh Tanah Papua. Kehidupan dengan toleransi seperti ini akan mampu memelihara kebersamaan sampai kapan pun,” ujar Dominggus. Menurutnya, keseimbangan nilai keagamaan dan toleransi antar umat beragama, harus ditingkatkan. Dengan demikian, kesenjangan sosial dengan sendirinya dapat diatasi dengan baik.

Peserta sidang jemaat diingatkan pula agar menyatukan hati dan pikiran selama kegiatan berlangsung. Selain itu, peserta diminta memilih pemimpin yang layak untuk memimpin klasis kedepan.
“Untuk jemaat, jauhkan diri dari hal yang mudah menciptakan provokasi. Jauhi miras, narkoba maupun ajaran sesat yang memecahkan persatuan dan kesatuan,” papar Gubernur.

Ketua BP Am Sinode GKI Tanah Papua, Pendeta Andrikus Mofu, M.Th, mengungkap umat kristiani di Tanah Papua mengalami masalah sosial yang cukup signifikan. Baik yang didapat dari keluarga maupun dari lingkungan luar.
Sidang Klasis IX GKI Klasis Fakfak, dibuka resmi Ketua BP Am Sinode GKI Tanah Papua. Ketua Panitia, Permenas Sraun, menambahkan, sidang diikuti 119 peserta dari semua denominasi gereja GKI di Fakfak.

(Humas dan Protokol PB)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!