Portal Berita Papua Barat

Dominggus Mandacan: Lanjutkan Apa yang Sudah Orang Tua Letakan

0 119
Dominggus Mandacan
Dominggus Mandacan meresmikan dan mentahbiskan gedung gereja bakal jemaat Kampung Inoduas oleh Dominggus.(Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Dominggus Mandacan.  Kepala Suku Besar Arfak Dominggus Mandacan mengajak masyarakat Arfak agar hidup saling menghargai. Dan, melanjutkan apa yang sudah diletakan oleh orang tua dan moyang orang Arfak. Hal itu diungkapkan Dominggus Mandacan saat menghadiri ibadah syukuran HUT Jemaat GKI Efata Manggoapi yang dirangkai dengan HUT masuknya Pekabaran Injil ke 121 di Pantai Petrus Kafiar Amban Pantai pada 11 Februari 1897 tahun silam, Minggu (11/2/2018) lalu.

“Saya ajak kita semua, keluarga besar Arfak terutama suku meyah, kita ini melanjutkan apa yang orang tua dan moyang sudah letakan untuk kemajuan Manokwari,” katanya.
Kemajuan Manokwari hari ini, kata Dominggus adalah atas dasar yang telah diletakan oleh para pendahulu. Dengan sikap toleran dan terbuka menerima berbagai suku, untuk datang dan tinggal bersama-sama di Manokwari.

“Kita punya orang tua sudah menerima semua suku untuk datang dan tinggal bersama kita, memberikan tempat kepada pemerintah untuk membangun fasilitas pemerintah juga fasilitas umum, itu untuk kepentingan kita semua,” ucap Dominggus – yang juga Gubernur Papua Barat.

Melihat perkembangan dan kemajuan Manokwari saat ini, Dominggus menegaskan, anak – cucu orang Arfak tidak boleh lagi menuntut apa yang sudah diberikan oleh para orang tua terdahulu.
Sebab, saat itu untuk melepaskan tanah tidak seperti sekarang – yang harus dilengkapi dengan pelepasan serta ditandatangani semua pihak, termasuk mengetahui kepala distrik, lurah dan sebagainya.

“Jaman itu, orang tua kita cuma berdiri saja, terima semua orang datang, suruh mereka bikin rumah di pantai Aipiri, pantai Borarsi, Fanindi pantai, Biryosi. Mari tinggal sama-sama dengan kita di sini, dan itu resmi sah. Tidak seperti jaman ini yang harus buat pelepasan,” terang Dominggus.

“Mari, kita lanjutkan kebaikan dan kasih sayang orang tua kita yang telah mencontohkan. Orang-orang tua kita sudah meninggal, kalau hidup pasti mereka akan tanya “dulu bapak sudah berikan mengapa kita, anak – cucu tuntut lagi”, dan minta bayar,” ujar Dominggus menambahkan.

Baca Juga:  PAM HUT PI Sukses, Kapolres : Terimakasih, Ini Atas Kerjasama Semua Pihak
Peresmian dan pentahbisan gedung gereja bakal jemaat Kampung Inoduas oleh Dominggus.(Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)

Dominggus mengemukakan, kebaikan orang tua terdahulu adalah pengejawantahan dari nilai-nilai injil yang mengendepankan cinta kasih dan kedamaian. Kondisi tersebut sangat menunjang pembangunan di daerah.
“Kecuali, orang tua belum serahkan masih jadi hak hulayat silahkan saja sesuai dengan jaman sekarang ya, kita kasih ada imbalan. Tapi jangan lagi kita tarik lagi ke jaman lalu kasihan orang tua kita sudah kasih kita balik tuntut lagi,” ungkapnya.

Di samping itu, Dominggus juga mengapresiasi kepala Kampung (persiapan) Petrus Kafiar Lewi Mandacan – sudah bersedia menerima masyarakat dari berbagai suku untuk tinggal di daerahnya.
Sikap ini lanjutnya, luar biasa dan patut ditiru, karena melanjutkan apa yang orang-orang tua sudah meletakan.
“Kita harus jadi berkat bagi banyak orang, dan kita juga dapat melihat ke depan anak-anak cucu kita menjadi orang-orang yang diberkati Tuhan, dihargai, dihormati semua orang yang ada bersama kita. Silahkan kalau mau marah saya marah tetapi saya punya iman dan tidak pernah takut,” tandansya.

Peringatan HUT PI ini mengambil tema ”datanglah kerajaanmu”, dengan sub tema membangun persaudaraan di dalam semangat pemberitaan injil sebagai upaya menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah.
“Thema dan sub tema ini menginspirasi kita mengarahkan pandangan mata iman kita kepada kehidupan yang baik, sejuk dan indah sebagimana kehidupan dalam kerajaan Allah,” ucapnya lagi.

Diakhir kegiatan, Dominggus menambahkan perayaan HUT ini perlu diatur dan dirayakan setiap tahun. ”Ini pertama kali kita laksanakan ibadah HUT pekabaran injil untuk orang Arfak. HUT PI ini bertepatan dengan HUT jemaat GKI Efata Manggoapi,” pinta Dominggus.
Perayaan HUT dan ibadah syukuran yang dilaksanakan di tugu pendaratan injil di pantai Amban ini, juga dilakukan penandatanganan prasasti peresmian dan pentahbisan gedung gereja bakal jemaat Kampung Inoduas oleh Dominggus.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
error: Content is protected !!