Portal Berita Papua Barat

Injil Sudah 163, Sekda Mandacan: Masih Saja Ada Gerakan Suku dan Agama

0 89
Sekda Mandacan
Sekda Mandacan – Sekda Provinsi Papua Barat, Nathiel Mandacan saat memberikan sambutan pada kegiatan Seminar Rohani dengan tema “Pergerakan Koreri di Tengah Pertumbuhan Benih Injil di Tanah Papua, yang di laksanakan panitia HUT PI ke 163 tahun GKI di Tanah Papua. (Foto : Clemens Mandacan/ PBOke)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Sekda Mandacan.  Meski injil masuk ke Tanah Papua sudah lebih dari satu abad, yaitu 163 tahun (1855-2018), tetapi gerakan suku dan agama masih saja ada hingga saat ini. Hal itu diutarakan Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Nathaniel Mandacan ketika membuka Seminar Rohani bertemakan “Pergerakan Koreri di Tengah Pertumbuhan Benih Injil di Tanah Papua, yang di laksanakan Panitia HUT PI 163 tahun GKI di tanah Papua, Jumat (2/2/2018).

“Injil di Tanah Papua sudah 163 tahun, namun gerakan agama suku masih saja ada. Bahkan, jauh sebelum injil masuk, orang Papua pada zaman itu telah dahulu mempercayai agama suku. Dibutuhkan peran aktif gereja untuk menyikapi masalah ini,” ujarnya.

Dikatakan, pergerakan dan pengajaran seperti itu bertentangan dengan pengajaran yang berasal dari Allah, khususnya bagi Kristiani. “Gereja harus berperan aktif. Pergerakan itu jika sampai masuk ke gereja dapat berbahaya dan mempengaruhi perkembangan gereja ke depan,” tutur Mandacan.

Selain aktif membina umat, Sekda Mandacan juga meminta peran aktif gereja dalam menjaga toleransi antar umat beragama di daerah ini. Demi menciptakan Tanah Papua sebagai zona damai.
Nantaniel berharap, seminar ini melibatkan semua komponen, mulai dari pelajar, mahasiswa, pemuda. “Jangan hanya sepihak dari gereja saja, mereka harus tahu pergerakan pengajaran yang bertentangan atau tidak sesuai dengan kebenaran,” ucapnya berharap.

Ditambahkan, generasi muda Papua harus diberi pemahaman rohani agar tumbuh-kembangnya baik. “Jika imannya tidak diimbangi dengan ajaran-ajaran agama akan membahayakan, dengan kepintaran mereka nantinya dapat menafsirkan hal-hal yang tidak di inginkan bersama,” pungkasnya.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
error: Content is protected !!