Portal Berita Papua Barat

Kisah Anak Nelayan Dari Bumi Kasuari, Calon Paskibraka

0 43
Kloria Marau, ist liputan6

Manokwari, Papuabaratoke.com – Siapa yang tidak bangga menjadi seorang Paskibraka? Apalagi,  kalau menjadi Paskibraka di kancah Nasional mewakili Provinsinya.

Pasti bangga. Pasalnya,  hanya orang-orang terpilih lah yang bisa memiliki kesempatan untuk menjadi pasukan pengibar Sang Saka Merah Putih diantara jutaan remaja Indonesia lainnya,  setiap tahunnya.

Bangga dan haru bercampur menjadi satu, itulah yang dirasakan oleh Kloria Marau. Gadis berusia 16 tahun ini,  merupakan salah satu anggota Paskibraka Nasional 2017 yang berasal dari Raja Ampat.

Gadis yang baru saja menginjakkan kaki untuk pertama kali di Ibu Kota pada Selasa (25/7) lalu ini, akhirnya berkesempatan untuk membanggakan Papua Barat dalam acara Peringatan Kemerdekaan 17 Agustus depan.

Ketika ditemui,  Kloria sempat mengaku masih belum menyangka bahwa dirinya dapat lolos mengikuti seleksi tahap kabupaten hingga sampai di nasional,  melawan 500 orang lebih peserta lainnya.

Anak yang berayahkan seorang nelayan ini sempat tidak percaya diri, karena merasa tinggi badannya tidak seberapa. “Mereka (calon lain)  tinggi-tinggi semua,  sedangkan saya hanya 162cm,” tuturnya.

Namun kini, tinggi badan bukan lagi masalah baginya.  Meski sempat merasa bahagia karena bisa memeroleh pengalaman baru dan teman-teman dari penjuru Indonesia, gadis yang bersekolah di SMAN 1 Raja Ampat ini tetap merasakan rindu terhadap kedua orangtuanya dan merasa bersalah karena tidak bisa membantu mereka bekerja.

Sempat tidak bisa menghubungi orangtuanya, tidak menyurutkan semangatnya. Remaja yang lahir di Meos Bekwan, pada 20 Januari 2001, hanya bisa mengingat pesan ayahnya sebelum Kloria dan rombongan lepas landas menuju Jakarta.

“Ayah memang bekerja sehari-hari sebagai seorang nelayan. Tapi ayah sangat senang karena anaknya bisa ikut Paskibraka disini. Ayah bahkan sempat berpesan, Kloria harus bisa bertahan disini (Jakarta), harus membanggakan Provinsi Papua Barat,  terutama membanggakan Indonesia. Sempat nangis sewaktu berpisah,  karena sedih mengingat ayah dan mamak (ibu),” ungkapnya sembari mengingat momen haru tersebut.

Baca Juga:  Kantor Pos Salurkan Beasiswa Mahasiswa Asal Manokwari

Sebelum menutup perbincangan, Kloria juga menyempatkan untuk mengucap rasa terima kasih dan permohonan maafnya bagi kedua orangtua yang dicintainya.

“Terima kasih untuk ayah dan mamak,  karena atas bimbingannya saya bisa sampai disini. Mohon maaf juga karena tidak bisa bantu ayah dan mamak bekerja di rumah, ” tutupnya dari PP-PON Cibubur, Jakarta Timur.(BV/PBOKe) sumber : Liputan6

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com