Portal Berita Papua Barat

Korpri Dituntut Tinggalkan Mental ‘Penguasa’

0 12
Korpri Dituntut Tinggalkan Mental 'Penguasa'
Korpri Dituntut Tinggalkan Mental ‘Penguasa’ – BIMTEK Pedoman tata cara persemayaman dan pemakaman bagi anggota Korpri yang meninggal dunia di lingkungan Pemprov Papua Barat. Kamis (27/9/2017)
Manokwari, Papuabaratoke.comKorpri Dituntut Tinggalkan Mental ‘Penguasa’. Sejak dibentuk 46 tahun silam, 29 November 1971. Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) telah menunjukan peran dan tanggung jawab yang diberikan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Pelaksana harian (Plh) Sekda Provinsi Papua Barat, Fransiskus Kosamah mengatakan, Korpri sebagai wadah pegawai negeri sipil telah melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan melayani keperluan masyarakat dalam berbagai bidang.

Hal itu, dikatakan Kosamah saat menyampaikan acara bimbingan teknis Pedoman tata cara persemayaman dan pemakaman bagi anggota Korpri yang meninggal dunia di lingkungan Pemprov Papua Barat di sebuah hotel di Manokwari, Kamis (27/9/2017)

“Terbitnya Undang-Undang nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Korpri telah bertransformasi dengan tujuan menjaga kode etik profesi dan standar pelayanan profesi aperatur sipil negara sebagai pemersatu bangsa,” katanya.

Selaras dengan UU ASN, lanjut Kosamah, jajaran Korpri harus mampu menata birokrasi yang bersih, autentifikasi, dan mampu melayani masyarakat dengan lebih cepat.

Menurutnya,  Korpri harus mampu meberikan pelayanan birokrasi yang lebih cepat, makin akurat, makin ramah dan makin baik serta tinggalkan mental penguasa.

“Jadilah birokrat yang melayani dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk kesejahteraan bangsa dan rakyat. Percepatan perubahan budaya kerja seluruh anggota Korpri bertujuan meningkatkan taraf pikir dan budaya kerja yang lebih gigih, cerdas, peka, inovatif dan tanggap terhadap dinamika,” ucapnya.

Kosamah mengingatkan, anggota Korpri harus mampu menjaga kode etik profesi dan mempedomani sumpah jabatan serta pegang teguh pada panja prasetia Korpri. “Buktikan pada masyarakat bahwa integritas kinerja ASN semakin berkualitas dan dapat di banggakan. Perkuat kordinasi, integritas dan sinergitas dalam rangka percepatan pembangunan dan tinggalkan ego sentris dan kedaerahan,” ujarnya lagi. (ILO/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!