Portal Berita Papua Barat

Nilai-nilai Pancasila Terus Dibenturkan, Kampus Diharap Aktif Maenkan Perannya

0 67
Pancasila
Pancasila – Chaidir Djafar, anggota DPD RI dapil Papua Barat di hadapan para dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Almahdi Fak-fak pada kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Rabu (21/2/2018). (Foto: Istimewa)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Pancasila.  Nilai-nilai pancasila terus dibenturkan oleh kelompok-kelompok yang menginginkan terjadinya perpecahan bangsa.

Karenya, lembaga Kampus dan Mahasiswa diharapkan secara aktif dan terukur memainkan peran guna merevitalisasi nilai-nilai Pancasila ditengah kehidupan bangsa yang semakin dinamis.

Hal ini dikemukakan Chaidir Djafar, anggota DPD RI dapil Papua Barat di hadapan para dosen dan mahsiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Almahdi Fak-fak pada kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Rabu (21/2/2018).

Bukan tanpa alasan, kata Chaidir Djafar yang juga tergabung sebagai anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI ini, pesatnya perkembangan teknologi informasi selain menawarkan aksesibilitas terhadap berbagai informasi yang bermanfaat bagi kemajuan, juga tak dipungkiri telah mengakibatkan pula terjadinya proses penggerusan terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Meningkatnya kecenderungan sikap hedonistis, materialistis, apatis, dan intolerans dalam masyarakat merupakan fakta adanya pergeseran nilai dan orientasi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Djafar dalam siaran pers yang terima Papubaratoke.com, Kamis (22/2/2018).

Bergesernyan karakternya masyarakat Indonesia tutur Djafar, yang terkenal populis dan nasionalis menjadi elitis dan pragmatis, acapkali terjebak pada pemikiran kebangsaan berdasarkan etnis dan mentalitas mengunggulkan suku atau etnis.

Selain pengaruh arus informasi global, terangnya, juga harus diakui bahwa kurangnya sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kampus maupun dunia pendidikan pada umumnya.

“Lemahnya keteledanan, dan kondisi kehidupan ekonomi masyarakat yang rentan kemiskinan merupakan faktor-faktor yang turut memberi andil terhadap tergerusnya nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Chaidir juga mengingatkan agar semangat revitalisasi nilai-nilai Pancasila yang dilaksanakan oleh para dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Almahdi Fakfak hendaknya dapat menghindari pemikiran-pemikiran yang berpotensi menjadikan Pancasila sebagai instrument untuk menghegomoni masyarakat dan alat meligitimasi kepentingan kekuasaan.

Baca Juga:  Lagi, Kapolri Tito Promosi 2 Perwira, Putra Asli Papua

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Almahdi Fakfak, H. Suriyono Wihel menegaskan bahwa Pancasilan, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika merupakan satu kesatuan yang menjadi Pilar dalam menjaga marwah kebangsaan Indonesia agar tetap berpijak pada cita-cita luhur Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

“Kita harap agar mahasiswa menjadi agen pembaharu dalam pensosialisasian nilai-nilai 4 pilar kebangsaan dilingkungan kampus dan ditengah-tengah kehidupan masyarakat.” pinta H. Supriyono Wihel.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com