Portal Berita Papua Barat

Sebagai Nilai Tawar, LMA Dorong MRPB Lakukan Survei Indeks Kepuasan Pemberlakuan Otsus

0 101
Survei Indeks Kepuasan Pemberlakuan Otsus
Survei Indeks Kepuasan Pemberlakuan Otsus – Wakil Ketua I LMA Papua Barat, Franky Umpain (Kiri) yang diterima langsung oleh pemimpin redaksi PBOKe Kris Tanjung, saat bertandang di kantor redaksi Papuabaratoke.com, di Jalan Kota Baru, Manokwari, Senin (12/3/2018) sore. (Foto: Tim PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Survei Indeks Kepuasan Pemberlakuan Otsus.  Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat mendorong MRPB melakukan survei indeks kepuasan terhadap pemberlakuan otonomi khusus (Otsus) di tanah Papua, khsusnya Papua Barat.

Hal ini dinyatakan oleh Wakil Ketua I LMA Papua Barat, Franky Umpain saat bertandang di kantor redaksi Papuabaratoke.com, jalan Kota Baru, Manokwari, Senin (12/3/2018) sore.

“Kami dari lembaga adat, menginginkan MRPB yang baru ini, harus mengisi ruang yang tidak dilakukan oleh (MRPB, red) sebelumnya,” kata dia.

Yaitu, lanjutnya, menyiapkan data base terkait persoalan-persoalan yang ditemukan pasca diberlakukannya otonomi khusus di Papua dan Papua Barat. Yakni persoalan-persoalan dasar yang hingga kini tak terselsaikan pada masyarakat Papua.

Jika pemerintah Papua Barat dan MRPB mendorong untuk dilakukan evaluasi otsus Papua Barat, semestinya telah memilki variabel-variabel yang kuat dan jelas untuk ditawarkan kepada pemerintah pusat.

“Menurut cermat kami selaku masyarakat adat, sebelum melakukan evaluasi, MRPB harus sudah memilki dasar dan variabel serta indikator yang jelas untuk ditawarkan dalam keberlangsungan otsus di daerah ini,” terangnya.

Karenya, ia mendorong MRPB untuk melakukan survei atau pendaatan indeks kepuasan masyarakat terhadap pemberlakukan otsus di tanah Papua sejauh ini. Sehingga hasil indeks ini dijadikan rujukan bahwa persoalan mendasar yang ada bisa ketahui untuk diatasi.

“Kenapa ini harus didorong, untuk menjawab, bahwa sampai hari ini banyak orang asli papua (OAP) yang teriak bahwa otsus hadir sama sekali tak memberi apa-apa buat OAP.

Franky yang ditanya apakah jika dilakukan survei indeks kepuasan terkait pemberlakuan otsus ini tak terkesan terlambat mengingat akan berakhirnya otsus di Papua Barat? Dikatakannya, justru saat ini lah, pemerintah Papua Barat dan MRPB memanfaatkan kesempatan menghimpun semua aspek masalah sehingga bisa dibuatkan rumusan yang akan ditawarkan pada pemerintah pusat.

Baca Juga:  Dies Natalis ke 43, STIH Komit Jadi PT Peduli Keberlangsungan OAP

“Saya pikir tidak ada yang terlambat ketika survei indeks ini dilakukan, karena kita masih punya waktu. Ini penting menjadi tawaran kita untuk keberlangsungan otsus di tanah Papua,” pungkasnya.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com