Portal Berita Papua Barat

Pameran Otsus Wadah Menepis Opini Otsus Gagal

2
Pameran Otsus Wadah Menepis Opini Otsus Gagal
Pameran Otsus Wadah Menepis Opini Otsus Gagal – Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat, Yan Anton Yoteni
Manokwari, Papuabaratoke.comPameran Otsus Wadah Menepis Opini Otsus Gagal. Forum Daerah Desentralisasi Asimetris (Fordasi) akan menggelar pameran Otonomi khusus (Otsus) di Kabupaten Sorong, 7-9 November mendatang. Papua Barat sebagau tuan rumah pameran yang diikuti sejumlah daerah, seperti Aceh, DIK Jakarta, DI Yogyakarta, dan Papua.

Diharapkan, pameran yang akan berlangsung di Kabuapten Sorong, ini tak sekadar sebuah pergelaran biasa atau kegiatan seremonial belaka. Tetapi menjadi sarana untuk mendapatkan informasi komprehensif tentang pelaksanaan Otsus di Papua Barat.

Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat (DPRPB), Yan Anton Yoteni, Jumat (13/10/2017) mengatakan, kucuran dana Otsus dari Pemerintah Pusat ke Papua dan Papua Barat mencapai jumlah triliunan rupiah. Meski demikian, masih ada opini masyarakat bahwa Otsus gagal.

“Anggaran otsus ini terbagi di mana saja. OPD terkait yang kelola dana otsus harus tampilkan data penggunaan dana tersebut di Papua Barat sehingga masyarakat tidak lagi beropini bahwa implementasi otsus gagal,” katanya.

Sesuai peruntukannya, kata Yoteni, dana Otsus diarahkan pada empat sektor prioritas. Yakni, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dan pembangunan infrastruktur.

“Di sektor pendidikan apa yang sudah dicapai, bantuan untuk mahasiswa ada berapa, nama-namanya? Sudah berapa S2 dan S3 yang dihasilkan, berapa anak asli Papua yang disekolahkan jadi pilot, dokter? Berapa yang sudah selesai, harus kasih tunjuk agar kita bangga sehingga masyarakat jangan bilang otsus gagal,” kata Yoteni.

Kata dia, kuncuran dana Otsus jauh lebih besar jika dibandingkan dengan royalti sebesar 1 persen yang diterima pemerintah di Tanah Papua dari PT Freeport Indonesia. “Data penggunaan dana ini bisa ditunjukan dengan baik. Salah satunya, adalah anak asli Papua yang sudah disekolahkan jadi pilot,” ujar dia.

Baca Juga:  Hasil Seleksi Calon Anggota MPR PB Dinilai Tak Transparan

Ditambahkan, pameran otsus harus menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi komprehensif tentang pelaksanaan pembangunan Otsus di Papua Barat. Hal ini penting untuk diperhatikan guna merespon sikap kritis masyarakat.

“Harapan ini bisa dicapai jika OPD yang menangani dana otsus, Pemerintah Kabupaten dan Kota siapkan data, tidak ada alasan untuk tidak siapkan data. Kita harus tunjukan data bahwa dana otsus telah hasilkan banyak program. Masyarakat sudah pandai dan kritis,”pungkasnya.(ILO/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!