Portal Berita Papua Barat

Parjal : Kasus OI Harus Tuntas di Polda PB, Jangan Diskriminasi OAP.

0 169
Jangan Diskriminasi OAP
Jangan Diskriminasi OAP – Panglima Parlemen Jalanan (Parjal) Ronald Mambieuw, (Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Jangan Diskriminasi OAP.  Kelompok Parlemen Jalanan (Parjal) di Manokwari meminta kasus korupsi pengadan kapal LCT Cargo Sorsel Indah dengan tersangka mantan Bupati Sorsel Otto Ihalauw, untuk tetap dituntaskan di Polda Papua Barat (PB).

Pasalnya, sesuatu yang ganjil dan menimbulkan berbagai penafsiran negatif ihwal pelimpahan berkas kasus Otto Ihalauw yang penanganannya dilimpahkan atau diambil alih oleh Unit Tipikor Bareskrim Mabes Polri.

“Kasus Otto Ihalauw jangan di bawa ke Mabes tetapi harus dituntaskan di Polda PB. Dia kan sudah jadi tersangka di oleh penyidik Polda, jadi harus di Penjarakan. Polda PB jangan tebang pilih penanganan kasus korupsi, dan menimbulkan diskriminasi bagi Orang Asli Papua (OAP),”
ujar Ronald Mambieuw selaku Panglima Parjal di Manokwari, kepada Papuabaratoke.com, Rabu (17/1/2018).

Pihaknya mengklaim, hingga saat ini belum melihat adanya mantan pejabat atau pejabat yang bukan asli OAP di hukum karena dinyatakan korupsi di Papua Barat. Padahal sejumlah dugaan kasus korupsi banyak menyita perhatian publik yang menyeret nama-nama pejabat lainnya.

“Justru 90% tidak ada para pejabat yang bukan OAP ketika kasus korupsi banyak ngambang di meja penyidik. Jadi harus ada pertimbangan dan keputusan jangan diskriminasi bagi OAP demi bangsa dan negara kesatuan indonesia,” cetus Ronald.

Parjal juga menyayangkan penahanan terduga korupsi mantan sekda Papua Barat, MLR dan mantan ketua DPR Provinsi Papua Barat, YYA yang ditahan hanya karena kesalahan administrasi tanpa mempertimbangkan jasa dan usia mereka yang menderita sakit.

“Memang benar bahwa MLR melakukan pelanggaran administrasi hingga terdapat kerugian negara. Tapi jika diikuti kembali maka semua kerugian telah dikembalikan dan terbukti sekian anggota DPR PB telah bebas termasuk,” jelasnya.

Baca Juga:  Kapolda, Rodja : Media Bukan Saja Mitra, Tapi Sahabat

Melalui dasar ini, Parjal Manokwari berharap, Kepolisian jangan hanya sekedar melimpahkan penahanan Mantan Bupati Sorsel Otto Ihalauw tanpa memikirkan nasib rakyat dan suara PB. Sebab, jika demikan, maka kepolisian dianggap memihak kepada kelompok dan perorangan tertentu.

Untuk itu, penanganan kasus Otto Ihaluw harus di tangani polda PB dan segera dijebloskan ke jeruji besi, sama halnya dengan penjabat lainnya.

“Kami harap Polda PB netral. Jika tidak maka Parjal akan gunakan gaya Parjal untuk meminta penahanan Otto Ihalauw tercapai,” pungkas Ronald mengingatkan.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com