Portal Berita Papua Barat

Pemrov PB Ambil Alih, FK UNIPA Terselenggara Kembali

0 34

JAKARTA, Papuabaratoke.com – Kurang lebih selama 10 bulan lamanya, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unipa terkatung-katung nasib pendidikannya. Masalah tersebut berawal dari ketidakhadiran Dosen Pengampu dari UI untuk mengajar dikarenakan tersendatnya pembiayaan oleh Pemerintah Kota Sorong.

Dan kini telah diputuskan bahwa perkuliahan FK Unipa akan terselenggara pada pertengahan Agustus mendatang. Meski sempat terjadi berbagai bentuk aksi yang diselenggarakan oleh para mahasiswa FK Unipa sebagai bentuk usaha mereka dalam mencari perhatian dan menggalang dana demi keberlangsungan studi mereka yang sempat terhenti, akhirnya penantian dari para mahasiswa tersebut pun terwujud.

Berbekal agenda untuk memperbaharui perjanjian antara Universitas Indonesia (UI), Universitas Papua (Unipa), serta Pemerintah Provinsi Papua Barat, telah terselenggara rapat kerja yang berlangsung di Gedung D Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristek) Jakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 15.00 WIB, hari Selasa (25/7) kemarin, dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, Rektor Universitas Indonesia Prof.Dr.Ir. Muhammad Anis, M.Met, Rektor Universitas Papua Dr.Ir. Jacob Manusawai, MH serta sebanyak 23 undangan lainnnya mewakili masing-masing instansi yang terkait dalam proses pembelajaran FK Unipa tersebut.

Berdasarkan Siaran Pers Universitas Indonesia, pertemuan tersebut berlangsung lancar dan membuahkan hasil kerjasama yang baik pula. Pihak UI bekomitmen untuk memberikan pengampuan untuk FK Unipa meliputi pembinaan terhadap dosen (tenaga akademik),

pembinaan dalam menyelenggarakan kegiatan akademik bagi para peserta didik, menetapkan penilaian kelengkapan dan atau persyaratan administrasi dan/atau ujian seleksi masuk bagi calon mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FK Unipa, menyediakan kurikulum atau modul yang diberikan kepada peserta didik, dan pembinaan manajemen sistem kegiatan akademik.

Tak hanya dari pihak FKUI, Pemprov Papua Barat pun menyatakan janjinya untuk ikut bertanggungjawab terhadap keberlangsungan pendidikan dokter di Kota Sorong tersebut. Jika pada perjanjian sebelumnya pembiayaan pendidikan dibebankan sepenuhnya pada Pemkot Sorong.

Baca Juga:  Dewan Kesenian Papua Barat Siap Kembali Eksis

Kini Dominggus dan Jacob sepakat untuk menjadikan beban pembiayaan studi FK Unipa sebagai beban bersama 13 Kabupaten/Kota di Papua Barat dengan menyisihkan anggaran sebesar Rp 1.3 miliar per tahun per kabupaten/kota, dengan target Rp 23.8 miliar terhimpun setiap tahunnya.

Kerjasama tersebut akan dilangsungkan selama periode 2017-2019, dan tidak menutup kemungkinan akan diadakan tinjauan serta evaluasi kembali demi melihat keefektifan dan kondisi obyektif.(BV/PBOKe)

 

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com