Portal Berita Papua Barat

Penuh Sukacita, Parade Budaya Nusantara Satukan Perbedaan Dalam Persatuan

0 97
Parade Budaya Nusantara
Parade Budaya Nusantara – Suku Besar Maybrat di Provinsi Papua Barat ikut meriahkan Parade budaya nusantara dalam rangka memperingati Hut seni budaya Papua Barat yang tepat jatuh pada, Senin (6/2/2018).(Foto: Redaksi/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Parade budaya nusantara dalam rangka memperingati Hut seni budaya Papua Barat yang tepat jatuh pada hari ini 6 Februari 2018, mampu mempersatukan perbedaan dalam persatuan.

Pantauan langsung Papuabaratoke.com, Selasa (6/2/2018), parade seni budaya nusantara yang mengambil titik star di lingkungan RSAL Manokwari dan berakhir di lapangan Borasi tersebut, dilepas oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Muhamad Lakotani.

Pergelaran (Parade seni budaya nusantara, red) ini diikuti oleh puluhan suku yang terhimpun dalam berbagai kerukunan yang ada di Papua Barat.
Tak hanya itu, suku-suku lainnya di luar Papua dan dari sanggar-sanggar tari, persatuan dharma Papua Barat pun ikut meramaikan.

Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisaya Papua Barat, Sergiys Rumsayor menuturkan, parade yang mewarnai HUT seni budaya Papua Barat ke 15 tahun yang jatuh pada, 6 Februari 2018 tersebut tak hanya menampilkan seni budaya dari Papua Barat.

Namun kata dia, mampu memlersatikan perbedaan dalam sebuah kedamain dan persatuan. Dimana dikuti hampir seluruh seni budaya suku-suku di penjuru Insonesia yang hidup di bermasyarakat di Papua Barat.

“Kekerabatan dan persatuan sub suku yang ada di Papua Barat adalah bagian utama dari perayaan HUT seni budaya Papua Barat. Indonesia ada karena perbedaan, dan perbedaan itu disatukan melalui persatuan. maka Indonesia itu ada, kuat, dan berbeda-beda kita tetap satu yaitu Indonesia,” tuturnya.

Menurut dia, semua elem harus mampu menjadi dasar persatuan hingga ke generasi selanjutnya sebagai pewaris seni budaya bangsa ini. Karena perbedaan suku dan agama bukanlah penghalang untuk satu dalam kekuatan persatuan

“Persatuan dan kesatuan itu harus tetus kita jaga, karena ini sangat penting. Dan jika tidak Indonesia bisa saja hanya tinggal nama,” ucapnya.

Baca Juga:  Laka Maut SP-4 Manokwari Tewaskan Satu Keluarga
Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Provinsi Papua Barat ikut meriahkan Parade budaya nusantara dalam rangka memperingati Hut seni budaya Papua Barat yang tepat jatuh pada, Senin (6/2/2018).(Foto: Redaksi/PBOKe)

Ia lalu pun mengajak seluruh lapisan yang ada, khususnya di Papua Barat agar tetap menjaga budaya nusantara yang melekat. Karena kata dia lagi, budaya bukan saja di ltampilkan saat ifen-ifen pemerintahan atau kenegaraan, namun budaya adalah adat istiadat yang lahir bersama bangsa (Indonesia, red) ini.

“Jangan sampai kita kehilangan identitas sebagai bangsa yang berbudaya, terutama bagi masyarakat yang hidup di kota-kota. Kita tidak bisa hisup di bumi seorang diri, budaya kita dari sabang sampai merauke, memiliki makna yang sama yaitu hidup gotong royong. Mari kita hidup antar sub suku gotong royong membangun Papua Barat dengan budya yang baik yang telah diajarkan leluhur moyang-moyang kita,” tutupnya.

Pantauan lansung Papua baratoke.com walau diguyur hujan sejak awal star namun berbagai peserta parade budaya semangat menampilkan seni budaya dari sukunya masing-masing. Dan dengan penuh sukacita dengan diiringi alunan seni musik dan nyanyian sehingga mewarnai jalannya parade budaya tersebut.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!