Portal Berita Papua Barat

Polda PB Jamin Perayaan Natal dan Tahun Baru Berlangsung Aman

0 5
Perayaan Natal dan Tahun Baru
Perayaan Natal dan Tahun Baru Akan Berlangsung Aman – Upacara gelar pasukan di halaman Mapolda Papua Bara.(Foto: Razid/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Perayaan Natal dan Tahun Baru. Dalam rangka perayaan hari raya natal dan tahun baru 2018, sebanyak 2.750 personil gabungan TNI, Polri, stake holder terkait dan masyarakat diterjunkan mengawal perayaan hari raya natal dan tahun baru 2018.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat, KBP. Drs. Tatang dikonfirmasi mengatakan, operasi lilin 2017 dengan sandi Mansinam, adalah operasi kemanusiaan.
“Kita jamin, perayaan natal dan tahun baru di daerah ini aman. Insha Allah perayaan ini berjalan aman,” kata Tatang usai memimpin upacara gelar pasukan, Kamis (21/12/2017) pagi tadi.

Untuk menjamin keamanan tersebut, saat ini Polda dibantun unsur terkait telah membuat pos pam dan pos pelayanan. Pos pengamanan di wilayah hukum Polda PB, seluruhnya berjumlah 450 pos.

Sementara pos pelayanan ada sebanyak 532 pos – yang sudah digelar di tempat-tempat keraimaian dan tempat rawan. Dikatakan, operasi lilin 2017 akan dilaksanakan pada 23 Desember 2017 sampai dengan 1 Januari 2018 mendatang.

Dalam operasi ini, lanjut wakapolda, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan instansi teknis terkait dalam rangka memantau dan mengamankan ketersediaan bahan pokok. Tugas ini dilakukan dengan mengoptimalkan satgas pangan.

“Kita sudah mulai mengecek ke pasar, tempat-tempat yang kemungkinan dipakai menimbun bahan pokok. Harga di pasar sampai saat ini masih cukup stabil. Ada komiditi yang agak naik tapi belum siginifikan sekali. Yang terpenting ada gula, besar, cabe dan lainnya,” ujarnya.

Dikemukakan, untuk mengoptimalkan pengamanan natal dan tahun baru, Polda Papua Barat dibantu TNI telah memetakan daerah-daerah yang memiliki potensi ancaman dan teror. Wilayah Manokwari dan Sorong raya masih menjadi daerah yang rawan akan gangguan keamanan.

Baca Juga:  Siap-siap, Penerimaan Formasi CPNS Segera Dibuka

Salah satu strategi yang diterapkan adalah, menyebar pasukan khusus dari unsur gegana dan pelibatan personil TNI di titik-titik tertentu untuk mengantisipasi ancaman dan gangguan teror.

“Kita jangan anggap di wilayah di Papua Barat ini tidak ada, aman saja. Jangan underestimate meaning (meremehkan, red). Kita juga mengatisipasi jangan sampai ada ormas-ormas tertentu yang melakukan sweeping yang meresahkan masyarakat. Kita harapkan perayaan ini penuh dengan ketoleransian,” ucapnya berharap.

Dikemukakan, pengamanan di tempat-tempat ibadah akan dimaksimalkan dengan melibatkan personil kepolisian khusus yang beragama muslim, termasuk juga ormas-ormas non nasrani.

Dalam amanatnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengingatkan, tugas aparat keamanan adalah menjamin serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam merayakan hari raya natal dan tahun baru.

Untuk itu, ditekankan agar personil kepolisian mengantisipasi ancaman dan gangguan serta serangan teror serta bencana alam yang masih berpotensi terjadi termasuk mengawasi stabilitas harga bahan pokok serta ketersediaannya.

“Lakukan pendekatan dengan elemen masyarakat guna mencegah terjadinya aksi sweeping oleh ormas, bila tetap terjadi lakukan tindakan tegas dan profesional,” pesan Kapolri seperti yang dibacakan Wakapolda PB, KBP Drs. Tatang.

 

Penulis : Razid
Comments
Loading...
error: Content is protected !!