Portal Berita Papua Barat

Program Tol Laut di Papua Barat, Dinilai Hanyalah Ilusi

0 148
Program Tol Laut di Papua Barat
Program Tol Laut di Papua Barat – Panglima Parlemen Jalanan (Parjal) Ronald Mambieuw. (foto: Ist)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Program Tol Laut di Papua Barat.  Program tol laut yang digulirkan oleh Presiden RI Joko Widodo sejak 2015 silam, khususnya di Papua Barat dinilai hanyalah sebuah ilusi, alias terlihat nyata namun tak mampu memberikan solusi.

Pasalnya, dengan adanya kapal yang melayani secara rutin dan terjadwal dari barat sampai ke timur Indonesia, semestinya dapat menjamin ketersediaan barang dan mengurangi disparitas harga bagi masyarakat karena biaya logistik yang cukup tinggi.

Sebagaimana bukan rahasia umum, perbedaan harga barang di barat dan timur Indonesia ibarat langit dan bumi.

Hal ini dinyatakan langsung oleh Panglima Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat, Ronal Mambiauw, kepada Papuabaratoke.com, Minggu (28/1/2018).

“Niat pemerintah pusat sangat baik tentang tol laut bagi Papua. Tapi pertanyaanya, harga (barang di bagian barat dengan timur Indonesia, red) kok tetap seperti (langit dan bumi) dulu sebelum ada program tol laut?,” cetus Ronald.

Tak hanya itu, iya juga kembali mempertanyakan, adanya program tol laut khusus di Papua Barat, dengan tujuan menuntaskan ketimpangan harga dan peningkatan ekonomi apakah sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Berapa banyak pengusaha Papua yang gunakan tol laut? Salah satu contohnya, sebagai masyarakat biasa saya pernah datangi ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) hanya ingin mempertanyakan dan cara menggunakan tol laut, tapi say tidak mendapatkan jawaban seharusnya masyarakat tau. Nah ini ibarat Ilusi, nyata tapi tak bisa memberi solusi,” ucapnya.

Ia mengklaim, bahwa Parjal telah melakukan survei kepada pengguna tol laut namun hasilnya dengan adanya tol laut ini, belum mampu menurunkan harga bahan pokok di Papua Barat.

“Terus apa yang dibanggakan dengan adanya tol laut. Dan kasian para pedagang khususnya mama-mama Papua, masih bawa sayur dari kebun dan gunung jauh-jauh ke kota dengan ongkos mobil yang mahal, belum lagi untuk biaya sekolah ana-anaknya. Sungguh menyedihkan,” pinta Ronald.

Baca Juga:  Pemda Teluk Bintuni Serukan Perkokoh Prinsip Tiga Tungku Tiga Batu

Dirinya pun mengharapkan pemerintah daerah berperan lebih dalam lagi terkait program tol lau ini. Sehingga mampu memberikan solusi pemerataan harga di Papua Barat khususnya.

“Dan kami minta agar operator tol laut, seperti PT. Pelni dan lainnya jangan persulit masyarakat yang ingin manfaatkan tol laut,” pungkasnya.

Diketahui, Pemerintah Papua Barat melalui Disperindagkop akan melakukan evaluasi terkait penyelanggaraan program tol laut di Papua Barat, dengan melakukan Fokus Group Disscution (FGD). Dengan tujuan untuk megetahui efisiensi dan hal-hal apa saja yang menjadi problem dalam program tol laut ini.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
error: Content is protected !!