Portal Berita Papua Barat

Pupuk Persatuan, Kapolda Rodja Ajak Forkopimda dan Tokoh Lintas Agama Saring Isu Pemecah

0 102
Forkopimda dan Tokoh Lintas Agama
Forkopimda dan Tokoh Lintas Agama – Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja dalam pertemuan bersama forkopimda dan tokoh lintas agama Provinsi Papua Barat, di Niu Aston Hotel Manokwari, Kamis (22/22/2018).(Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Forkopimda dan Tokoh Lintas Agama.  Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja kembali mengajak forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan tokoh lintas agama, menyaring segala bentuk isu yang berpotensi pemecah persatuan dan kesatuan.

Hal ini disampaikan Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja dalam pertemuan yang dikemas dalam bentuk coffe morning bersama forkopimda dan tokoh lintas agama Provinsi Papua Barat, di Niu Aston Hotel Manokwari, Kamis (22/22/2018).

Kapolda Papua Barat, Brogjen Pol Rudolf Alberth Rodja dalam pengantarnya menuturkan, kegiatan ini sebagai wujud silaturahmi memupuk persatuan dan kesatuan yang telah terbangun selama ini, khususnya di Papua Barat.

“Salah satu tujuan dari tatap muka ini, menjaga silaturahmi dan agar persatuan dan kesatuan yang sudah ada selama ini di Papua Barat selalu terjaga,” ujar Rodja.
Selain itu kata dia, momen pertemuan ini, juga menyikapi berkembangnya isu-isu intoleran di beberapa daerah yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Misalnya ada isu-isu intoleran yang meyerang tokoh-tokoh agama dan tempat ibadah. Nah ini tentu by desain yang sedemikian rupa sistematis. Ini yang harus kita bentengi dalam kehidupan kita, khususnya di Papua Barat ini,” pinta Rodja.

Rodja menyebutkan, bahwa secara umum di Papua Barat sejauh ini cukup kondusif. Tentu hal ini berkat komiten yang telah terbangun antara, Forkopimda dan tokoh lintas agama serta elemen masyarakat lainnya.

Suasan dalam pertemuan bersama forkopimda dan tokoh lintas agama Provinsi Papua Barat saat Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan sambutannya, di Niu Aston Hotel Manokwari, Kamis (22/22/2018).(Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Baca Juga:  Gubernur Mandacan: Papua Barat Contoh Tanah Yang Damai Untuk Indonesia
Baca Juga:  Ciptakan Perpecahan, Kelompok Radikal Kerap Manfaatkan Isu Intoleran

“Untuk itu, mari sama-sama kita jaga kebersamaan ini, saring segala bentuk isu yang dapat memecah belah kedamaian. Jangan sampai ada kelompok-kelompok yang mengganggu kententraman dan kedamain di Papua Barat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu pula, dikemukakan, bahwa kejadian yang di daerah-daerah di luar Papua yang disebar melalui media sosial, perlu ada penyaringan. Karena kata dia bahwa yang terjadi merupakan perbuatan oknum.

Bahkan MUI telah mengeluarkan pendapatnya, lanjut Rodja, menyikapi terkait peristiwa demi peristiwa di pulau jawa, mengtakan adalah sebuah by desain yang sengaja memanfaatkan keadaan dengan tujuan memecah belah kedamaian dan ketentraman bangsa ini.

“Padahal itu perbuatan oknum, tapi memang ada kelompok yang berusaha menggoreng agar bangsa ini pecah belah. Jadi bapak ibu, forkopimda dan tokoh agama agar ikut menghimbau kepada masing-masing jamaat dan umatnya menyampaikan supaya tidak mudah terpengaruh,” ucap Rodja.

Hadir dalam tatap muka ini, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII Kasurai, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, Kabinda Papua Barat, Ketua MUI Ahmad Nasrau, tokoh-tokoh lintas agama dan para Ketua kerukunan serta para pejabat utama di jajaran Polda Papua Barat.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com