Portal Berita Papua Barat

Sebut Lapas Mkw ‘Tak Sehat’, Menteri Yohana Desak Pembentukan LPKA

0
Menteri Yohana Desak Pembentukan LPKA
Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak RI, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, saat berkunjung ke Lapas Kelas II B Manokwari, Sabtu (30/9/2017). (Photo: ARN/PBoke)
Manokwari, Papuabaratoke.comMenteri Yohana Desak Pembentukan LPKA. Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak RI, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Sabtu (30/9/2017) berkunjung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II b Manokwari.

Menurutnya, Pemprov Papua Barat sudah seharusnya menyiapkan Lapas yang baru, karena keberadaan Lapas Kampung Ambon cukup memprihatinkan dari sisi over kapasitas. Apalagi, warga binaan pria digabung dengan wanita dan anak-anak.

“Ini tidak sehat, karena wanita dan anak gabung satu Lapas dengan warga binaan pria. Seharusnya dipisahkan,” ujarnya. Ia mengingatkan semua pihak termasuk petugas Lapas untuk tidak bertindak semena-mena kepada kaum perempuan di tempat itu.

Menteri Yohana Desak Pembentukan LPKA
Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak RI, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, saat berkunjung ke Lapas Kelas II B Manokwari, Sabtu (30/9/2017). (Photo: ARN/PBoke)

“Kalau ada, segera lapor pihak yang berwajib. Saat ini hak-hak mereka dilindungi Undang-undang,” bebernya. Ia berharap jika nantinya kembali kunjungi Papua Barat (Manokwari), tak lagi ke Lapas Anak, melainkan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Papua Barat.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kumham Papua Barat, Frans Elias Niko, melaporkan jumlah warga binaan wanita di Papua Barat ada 48 orang. Dimana, 21 diantaranya berada di Lapas Manokwari. Sedangkan tahanan anak di Papua Barat berjumlah 25 orang, 13 diantaranya berada di Lapas Manokwari.  Terkait pembangunan Lapas baru, Niko mengaku Pemprov PB telah menghibahkan lahan 15 Hektar di Andai. Namun pembangunannya baru dimulai Tahun 2018. (ARN/PBoke)

Comments
error: Content is protected !!