Portal Berita Papua Barat

Sidang Korupsi Sirkuit Moto Prix, Saksi Kabid Aset Daerah PB Banyak Jawab Tidak Tau

0 321
Sidang Korupsi Sirkuit Moto Prix
Sidang Korupsi Sirkuit Moto Prix – Sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan lahan sirkuit moto prix yang menyeret Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat, terdakwa ES dengan agenda sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor Manokwari, Papua Barat, Rabu (14/2/2018).(Foto: Hanas Warpur/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Sidang Korupsi Sirkuit Moto Prix.  Kepala Bidang Aset Daerah BPKAD Setda Papua Barat, Yakob Jitmau yang dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan lahan sirkuit moto prix yang menyeret Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat, terdakwa ES dengan agenda sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor Manokwari, Papua Barat, Rabu (14/2/2018) di hadapan majelis hakim banyak jawab tidak tau.

Para saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muslim SH dan Reza, SH yakni sebanyak 5 orang. 4 orang dari Biro Pemerintahan Setda Papua Barat dan 1 orang saksi dari Bidang Aset Daerah BPKAD Setda Papua Barat.

Saksi Yakob Jitmau selaku Kepala Bidang Aset Daerah BPKAD Setda Papua Barat dalam keterangan dihadapan majelis hakim menyatakan bahwa ia mengetahui masalah ini setelah dipanggil penyidik polisi.

Semua pertanyaan Ketua mejelis hakim Aris Harsono yang berkaitan dengan pembelian lahan sirkuit motor prix di SP-6 saksi mengaku tak mengetahuinya.

Bahkan saksi Jitmau mengaku tak mengetahui pembelian lahan tanah tersebut, sebab pengadaan tanah langsung melalui biro pemerintahan, termasuk dokumennya tak diterima oleh saksi.

“saksi jangan jawab sembarangan kalau tahu jawab, kalau tidak tahu jawab jujur,” tegas anggota hakim.

Lanjut anggota hakim mempertanyakan tentang mekanisme pembelian tanah, padahal saksi sebagai kabid aset daerah harusnya mengetahui prosesnya, namun saksi mejawab tidak megetahui mekanisme.

Dan bahkan saat mejelis hakim mempertanyakan pengadaan tanah masuk ke aset pemprov, apakah sudah terdaftar atau tidak. Saksi pun mengaku bahwa hasil rekon tanah tak dilaporkan kepada saksi oleh bawaanya.

Saksi lainnya, Baesarah Wael, Sos, Kepala Bagian Pemerintahan Umum Biro Pemerintahan Setda Papua Barat dalam keterangan mengakui bahwa tidak mengetahui pengadaan tanah sirkuit motor prix.

Baca Juga:  197 Personil Polisi Kembali Perkuat Polda Papua Barat

Kata dia (Saksi) pembelian tanah pun Kabag tak mengetahui, bahkan saksi mengaku tahu setelah ada masalah.

Disisi lain saksi sendiri tak dilibatkan dalam proses pengadaan tanah. Namun dalam sidang ini saksi hanya mengatakan bahwa pengadaan tanah sudah diketahui setelah dibayar 100 persen.

Saksi Kristian Songgo ditunjuk selaku PPTK (pejabat pelaksana teknis kegiatan) yang ditanya anggota hakim tentang peran saksi dalam proses pengadaan tanah, menjawab bahwa dirinya tak dilibatkan dalam proses tersebut.

Hakim pertanyakan uang yang membayar tanah, saksi PPTK menjelaskan senilai Rp. 2,9 miliar. PPTK juga menjelaskan bahwa proses pembelian tanah tidak dilibatkan, namun hanya menandatagani saat pembayaran tanah dilakukan.

Sedangkan saksi lainnya yakni Sadrak Iba selaku bendahara Biro Pemerintah saat ditanya hakim terkait pembayaran tanah, ia menjelaskan bahwa pembayaran sudah sesuai, bahkan dia diminta oleh atasan untuk membuat laporan pertanggungjawaban atas pembelian tanah sirkuit moto prix di Masni tersebut.

Setelah sidang hakim mengskor sidang dengan agenda lanjutan pemeriksaan saksi lainnya pada Rabu pekan depan.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
error: Content is protected !!