Portal Berita Papua Barat

SK Caretaker Ketua KNPI Wondama Dinilai Cacat Prosedural

0 8

Papuabaratoke.com – Pengurus KNPI Teluk Wondama Pimpinan Kuro MR Matani, mendesak DPD KNPI Provinsi Papua Barat meninjau kembali SK Caretaker Ketua KNPI Teluk Wondama yang dijabat Yusuf Suabey.

SK dimaksud dinilai cacat prosedural karena tidak didahului dengan teguran atau peringatan tiga kali secara tertulis.

Permintaan terungkap saat pertemuan di gedung KNPI Papua Barat di Sowi Gunung, Manokwari, Sabtu (17 Juni 2017).

“Di Wondama  agak sulit untuk bangun pemudanya. Jadi kalau ada caretaker, saya akan mundur untuk kebaikan pemuda supaya tidak terpecah-belah,” kata Kuro yang juga merupakan Ketua DPRD Teluk Wondama.

SK caretaker turun pada pertengahan Mei lalu pasca pelaksanaan rapat kerja DPD KNPI Papua Barat kubu Sius di Raja Ampat. DPD KNPI Wondama sendiri tidak hadir dalam Raker tersebut. Ketidakhadiran dalam Raker menjadi salah satu alasan penerbitan SK caretaker Ketua KNPI Wondama.

“Untuk Raker kami sendiri tidak melihat undangan. Mungkin ada pengurus lain yang terima. Tapi kalau ketidakhadiran itu dipermasalahkan, kami mohon maaf. Bukan tidak mau hadir, ini hanya misskomunikasi,” terangya.

Sius sendiri mengakui dualisme kepengurusan KNPI di tingkat pusat, terbawa ke tingkat Provinsi Papua Barat dan mengakibatkan kebingungan di tingkat Kabupaten/Kota. Dia menegaskan kepengurusan yang dipimpin adalah yang sah dan direstui Gubernur Papua Barat,  Dominggus Mandacan.

“Saya dengan mantan Ketua KNPI, ‘Kaka’ Hermus Indou, sudah bertemu dan semuanya sudah selesai. Dia meminta saya menggunakan kantor DPD KNPI Papua Barat ini. Jadi sudah jelas kami yang sah,” ujar Sius.

Soal SK caretaker, dia mengaku keputusan itu muncul karena tidak ada kepastian sikap dari KNPI Wondama antara mengakui kepengurusan yang dia pimpin atau kubu Yanto Idjie

Baca Juga:  Aksi Manokwari My Home Akan Libatkan Semua Elemen

“Menanggapi hal ini Thomas Jeferson Baru, Wakil Ketua KNPI PB. SK caretaker itu bukan dari saya dengan bung ketua, tapi merupakan keputusan bersama floor dalam rapat kerja di Raja Ampat. Tidak ada muatan kepentingan apa-apa”

Pengurus KNPI Wondama menilai caretaker berdampak buruk, tak hanya terhadap keberlanjutan organisasi, tetapi mempengaruhi semangat pemuda Wondama yang sudah mulai bertumbuh setelah sempat vakum selama 12 tahun.

Di akhir Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu akhirnya menyepakati permintaan agar ada peninjauan ulang SK caretaker dan akan dibawa dalam rapat pengurus KNPI Papua Barat dalam waktu dekat. Ketua KNPI PB Sius Dowansiba mengatakan “Percayalah akan ada keputusan yang baik untuk Wondama,” sembari berharap kekompakan pengurus DPD Wondama tetap dijaga. (VIO/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!