Portal Berita Papua Barat

Tahun Anggaran 2017, Pengusaha Asli Papua Dijatahi 32 Miliar Lebih

0 69
Pengusaha asli Papua dijatahi 32 miliar
Suasana pertemuan gubernur dengan lapisan pengusaha asli Papua yang berlangsung di lantai III gedung kantor gubernur (photo : ILO/PBOke)

Manokwari, Papuabaratoke.comPengusaha asli Papua dijatahi 32 miliar. Paket kegiatan atau proyek di Tahun Anggaran 2017, yang dikhususkan bagi pengusaha Orang Asli Papua (OAP), bernilai Rp 32.328.292.293 miliar.

Hal ini terkuak dalam pertemuan antara Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dengan pengusaha asli Papua yang tergabung dari berbagai asosiasi maupun yang berdiri sendiri, Selasa (12/9/2017)
“Undang-Undang otonomi khusus mengamanatkan pemberdayaan bagi pengusaha asli Papua,” kata gubernur.

Data yang dihimpun Pboke, tercatat jumlah paket pekerjaan yang sudah direalisasikan senilai Rp25.931.723.300 miliar. Masih ada tersisa paket yang belum tersalurkan senilai Rp6.396.568.993 miliar.

Realisasi paket pekerjaan itu dilakukan langsung oleh gubernur maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meski demikian ada sejumlah OPD yang tidak menyalurkan paketnya kepada penguasaha asli Papua.

Pengusaha asli Papua dijatahi 32 miliar
Suasana pertemuan gubernur dengan lapisan pengusaha asli Papua yang berlangsung di lantai III gedung kantor gubernur (photo : ILO/PBOke)

“Pembagian kegiatan ini merupakan masa transisi. Saya melaksanakan program kegiatan yang telah ditetapkan. Saya berharap bapak ibu pengusaha asli Papua dapat memakluminya,” tutur Dominggus.
Pertemuan yang digelar juga bertujuan untuk mem-validasi data pengusaha asli Papua, yang sudah dilakukan oleh Bappeda.

“Hal yang perlu disadari adalah, membangun Papua merupakan tugas bersama terlebih pengusaha asli Papua,” ucap Dominggus mengajak.
Dominggus mengungkapkan, data yang diperoleh sangat dibutuhkan sebagai bahan evaluasi. “Menjadi masukan untuk lima tahun kedepan,” ujar gubernur lagi.

Pengusaha asli Papua dijatahi 32 miliar
Suasana pertemuan gubernur dengan lapisan pengusaha asli Papua yang berlangsung di lantai III gedung kantor gubernur (photo : ILO/PBOke)

Perubahan yang terus terjadi menuntut kapasitas para pelaku usaha. Dominggus mengimbau pengusaha asli Papua harus bekerja dengan baik dan menghindari persoalan hukum.
“Kerja yang baik agar tidak terjerat hukum. KPK aktif memantau. Papua Barat membutuhkan pengusaha yang takut Tuhan, berintegritas tinggi, memiliki rasa tanggungjawab dan mandiri, untuk membangun rumah besar Papua Barat yang aman, bermartabat dan sejahtera,” tandas mantan bupati Manokwari dua periode itu.

Baca Juga:  APBD 2018 Diminta Prioritaskan Program Pro Rakyat

Gubernur menambahkan aktivitas pengusaha lebih banyak di tingkat kabupaten. Hal itu, sejalan dengan realisasi dana Otsus yang mencapai 90 persen.
“Pengusaha Papua yang mendapat kesempatan adalah mereka yang sudah diseleksi dan diverifikasi. Pengusaha asli Papua yang sudah maju berilah kesempatan bagi saudaranya yang lain untuk belajar,” pungkasnya. (ILO/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com