Portal Berita Papua Barat

Tak Ada Pasien Gizi Buruk, Inilah Penjelasan Bupati Kaimana

0 76
Penjelasan Bupati Kaimana
Penjelasan Bupati Kaimana – Ilustrasi Gizi Buruk. (Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Penjelasan Bupati Kaimana.  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat Otto Parorongan menjelaskan tentang pasien yang viral melaui media social terkena gizi buruk di Kaimana Papua Barat. Jawaban tersebut sekaligus mengcross-chek informasi tersebut yang viral melalui facebook.

Parorongan menjelaskan bahwa, berdasarkan laporan Dinkes Kabupaten Kaimana melalui penjelasan Bupati Kaimana tentang pasien yang kini viral melalui media social karena terkena gizi buru. Padahal di Kaimana tidak ada pasien yang terkena gizi buruk.

Baca Juga:  Bupati Mairuma: Tidak Ada Penderita Gizi Buruk di Kaimana

Adapaun terdapat 4 orang pasien dengan jenis penyakit yang sangat berbeda dan bukan terkena gizi buruk. Di antaranya pasien atas nama David Ratmani (2,6) asal Kampung Jarati Mairasi, Distrik Kaimana, kabupaten Kaimana.

Pasien sudah dirujuk dan dirawat sejak 26 Februari 2018 lalu di RSUD Kaimana, sebelumnya pasien tersebut diantar langsung kepala Puskesmas Lobo untuk ditangani secara medis.

Menurut penjelasan dokter, kata Parorongan, hasil rongsen TB paru, ada infeksi di kedua telinga dan bernanah dan sejak 9 bulan. Itu artinya orangtua tidak peduli dan dianggap penyakit biasa saja sampai kondisi itu sudah sangat mengawatirkan baru diantar berobat.

Disamping itu pasien juga kurang nafsu makan sehingga berpengaruh pada fisik, namun setelah ditangani medis kondisi pasien sudah kembali normal dan dirawat intensif.

Pasien Jaliha Rohrohmana, sudah dirawat sejak 15 Februari lalu, dimana pasien tersebut sesuai pemeriksaan dokter telah mengalami diagnose infeksi paru-paru dan sepsis (Infeksi yang luas), sariawan dalam mulut, dan mencret. Namun kondisi pasien sudah membaik pasca dirawat dan sudah di suruh pulang.

Hatijiah Ufnia (ibu rumah tangga) di laporkan sudah sakit lama dan berobat di Puskemas Bufuwer Arguni dan dirujuk oleh Kepala Puskemas ke RSUD Kaimana.

Hasil pemeriksaan pasien menderita anemia, infeksi paru-paru dan terdapat 3 jenis cacing (pita, tambang dan askaris). Informasinya pasien tersebut sudah sakit lama, namun ketika dirawat sudah tak bisa tertolong lagi.

Rivaldo Waita, usia 5 tahun hasil diagnose (anemia berat, infeksi telinga kanan, ada cacingan). Bahkan transfuse darah 4 kantong, HB sudah naik dari semulanya 2,7 menjadi 6,7.

Pasien juga kurang makan sehingga pengaruh ke fisik. Akan tetapi ada perkembangan setelah dirawat, namun karena orangtua mamanya meninggal lalu bersamaan orangtua dibawah kembali ke kampung.

Lanjut Parorongan, sesuai keterangan dari sekretaris Desa bahwa disana ketersedian makan cukup, bahkan stok pangan lokal berlimpah, hanya saja karena kurang makan.

Dengan demikian Dinkes berpesan melalui jumpa pers yang disampaikan kepada media di Kaimana, Jumat (9/3/3018), diharapkan kepada masyarakat untuk gemar makan makanan pangan lokal secara baik.

Bahkan dinkes setempat mengklaim penanganan kesehatan mulai dari hulu sampai hilir harus memadai dan terutama sosialiasi untuk perilaku hidup sehat dengan mendorong gemar makan makanan pangan lokal secara baik.

Penulis : Hanas Warpur
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com