Portal Berita Papua Barat

Banyak Murid SMK Kelautan dan Perikanan Dotir Berhenti Bersekolah

0 88
SMK Kelautan dan Perikanan Dotir
SMK Kelautan dan Perikanan Dotir – Gedung SMK Perikanan dan Kelautan Dotir, Wasior, Kabupaten Teluk Wondama. Akses transportasi yang terbatas berimbas ke banyak murid yang harus berhenti sekolah. Upaya meminta pembangunan asrama belum juga direspon pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi Papua Barat. (Foto: Vio/PBOKe)
Wasior, Papuabaratoke.com – SMK Kelautan dan Perikanan Dotir.  Penyelenggaraan pendidikan di SMK Kelautan dan Perikanan Dotir, Wasior, Kabupaten Teluk Wondama dibebaskan dari pungutan biaya alias gratis.

Kendati demikian, kondisi ini tak menjamin para murid di sekolah tersebut bisa bertahan hingga menyelesaikan pendidikan. Banyak murid justru putus di tengah jalan dan berhenti bersekolah.

“Banyak memang yang daftar tapi banyak yang putus di tengah jalan karena kendala transportasi. Belum ada bus sekolah juga,“ kata Kepala SMK Kelautan dan Perikanan Laila Jamaludin.

Letak sekolah yang berada di pinggiran kota Wasior dan akses transportasi yang sangat terbatas memaksa para murid harus mengeluarkan biaya transportasi yang cukup besar.

“Bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi, minimal Rp30 ribu melayang setiap hari hanya untuk ongkos ojek pergi pulang. Yang tinggalnya lebih jauh biaya transportasi bisa jauh lebih tinggi lagi,” ujar Laila Jamaludin.

Pejasa ojek menjadi satu-satunya transportasi alternatif yang diandalkan para murid. Belum ada angkutan umum maupun bus sekolah yang melayani rute ke wilayah tersebut.

Upaya pihak sekolah menyikapi persoalan transportasi sudah dilakukan maksimal. Dengan meminta pembangunan asrama. Akan tetapi, hingga kini usulan tersebut belum direspon pemerintah daerah.

“Fasilitas yang paling utama itu asrama karena anak-anak tinggalnya jauh. Ada yang dari pulau, ada yang dari kota tapi kan belum ada angkutan ke sini. Ojek kalau ke sekolah dari kota ke sini paling tidak 15 ribu sampai 20 ribu. Jadi sangat memberatkan,“ tutur Laila Jamaludin.

Salah seorang staf pengajar, Ibrahim Karubuy, menambahkan asrama sudah menjadi kebutuhan mendesak.
Keberadaan asrama, sebut Ibrahim, untuk menampung para murid. Sebab sekolah ini menerima siswa tidak hanya dari wilayah Wasior dan sekitarnya, juga dari distrik-distrik luar bahkan dari luar daerah.

Baca Juga:  Asyik…Tunjangan ASN di Teluk Wondama Naik per Januari 2018

Pemkab Teluk Wondama maupun Pemprov Papua Barat bias diharapkan bisa menanggapi kesulitan yang dialami para murid SMK Kelautan dan Perikanan Dotir.

Orang tua di sini kan rata-rata petani, nelayan jadi berat kalau setiap hari harus keluarkan 40 ribu. Jadi asrama itu solusinya. Dengan diasrama para siswa bisa dibina kedisiplinannya,” pungkasnya.

Penulis : Vio
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com