Portal Berita Papua Barat

Cendekiawan Kristen harus Jadi Teladan dan Tabah serta Ulet dalam Tugas

0 3
Cendekiawan Kristen harus Jadi Teladan
Wisuda Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK)-Manokwari (Foto: ILO/PBOke)

Manokwari, Papuabaratoke.comCendekiawan Kristen harus Jadi Teladan. Mencerdikan kehidupan berbangsa adalah tugas bersama, pemerintah dan masyarakat terlebih sebagai orang tua.

Hal itu, diucapkan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Pemerintahan Umum dan Otonomi Khusus, Robert. R.A Rumbekwan pada acara Wisuda Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK)-Manokwari, Sabtu (9/9/2017)

“Tugas ini mengikat tanggungjawab dalam kerja sama yang terpadu dan harmonis,” katanya.

Dalam rapat terbuka senat STAK, sedikitnya 15 sarjana strata satu (S-1) Sarjana Agama Kristen (S.Pd.K) diwisuda. Lulusan Tahun 2017 adalah angkatan ketiga sekolah tersebut.

“Dengan ilmu yang dimiliki dapat berguna bagi masyarakat, gereja dan pemerintah dan terlebih seorang cendekiawan kristen dituntut keteladanan, ketabahan dan keuletan dalam tugas seperti meneladani dan berkarakter kristus,” tutur Rumbekwan.

Cendekiawan Kristen harus Jadi Teladan
Wisudawan Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK)-Manokwari (Foto: ILO/PBOke)

 

Ketua STAK Agus A.M Manobi mengatakan proses perkuliahan hingga sampai tahap wisuda. Tidak lepas dari peran aktif dan dukungan serta kerja keras orang tua.

“Suka duka dalam study sudah dilalui sehingga hari ini kalian telah diwisudakan. Bersyukur dan ber-terimakasihlah pada Tuhan untuk semua itu,” ujar Manobi.

Adapun lulusan dengan predikat cumclaude adalah Beatrix Komboy. Wanita asal Biak kelahiran Merauke ini lulus dengan IPK tertinggi, yaitu 3,63. Kemudian, disusul Aimando D.H. Wambrauw dengan IPK 3, 51. (ILO/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!