Portal Berita Papua Barat

Kemenhan RI Dan STIH Manokwari Perkuat Komitmen Jaga Pertahanan Negara

0 45
STIH Manokwari
STIH Manokwari – Usai acara seminar STIH Manokwari bekerjasama dengan Kemenhan RI dan Kesbangpol Provinsi Papua Barat, tentang pertahanan semesta di daerah Papua Barat, yang berlangsung di aula STIH Manokwari idengan megusung Thema ‘Sistem Pertahanan Semesta Di Provinsi Papua Barat Tahun 2018’, Selasa (3/4/2018).(Foto: Hanas Warpur/PBOKe)
Manokwari,Papuabaratoke.com – STIH Manokwari.  Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari Kembali memperkuat komitmen dalam menjaga pertahanan Negara.

Hal ini terungkap pasa acara seminar STIH Manokwari bekerjasama dengan Kemenhan RI dan Kesbangpol Provinsi Papua Barat, tentang pertahanan semesta di daerah Papua Barat, Selasa (3/4/2018).

Seminar yang berlangsung di aula STIH Manokwari itu megusung Thema ‘Sistem Pertahanan Semesta Di Provinsi Papua Barat Tahun 2018’

Seminar ini dibuka langsung oleh Kolonel Iwan dari Kemenhan RI Perwakilan Provinsi Papua Barat. Dan dijelaskannya bahwa TNI merupakan perangkat utama pertahanan dalam sistem pertahanan negara, dan terkhusus di Provinsi Papua Barat.

Kolonel Iwan mengutarkan bahwa mahsiswa merupakan garda terdepan menjaga kesatuan dan persatuan untuk keutuhan negara ini.

“Untuk itulah jauhkan segala jenis ancaman terhadap negara ini, terutama ancaman yang bersifat militer yang justru merusak tatanan negara kita, namun tugas TNI sangat jelas dan tetap menjaga gangguan ancaman dari luar yang masuk ke negara kita” kata Kolonel Iwan kehadapan puluhan mahasiswa STIH Manokwari.

Suasan saat seminar STIH Manokwari bekerjasama dengan Kemenhan RI dan Kesbangpol Provinsi Papua Barat, tentang pertahanan semesta di daerah Papua Barat, yang berlangsung di aula STIH Manokwari idengan megusung Thema ‘Sistem Pertahanan Semesta Di Provinsi Papua Barat Tahun 2018’, Selasa (3/4/2018).(Foto: Hanas Warpur/PBOKe)

 

Baca Juga:  Ketua STIH Manokwari Bekali Pemuda GPKI Mansel, Hukum Adat Arfak

Menurutnya, kalau berbicara tentang ancaman Non militer sangat banyak, misalnya bahaya narkoba, isu SARA, hoax dan lainnya.

Untuk itulah ancaman non militer wajib untuk semua ikut berperan melawannya. Sedangkan ancaman bersifat militer biarkanlah TNI yang melawan, sebab tugas TNI sangat jelas.

Sekertaris Kesbangpol Papua Barat, Zaman sebagai pemateri mewakili pemprov menjelaskan, ancaman negara ini datang dari berbagai persoalan, misalnya saja ancaman sosial, ekonomi, agama, politik, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, kata dia, Papua Barat ini mau dibawa kemana ketika ada ancaman non militer yang terus berkembang, maka marilah bersama-sama perangi ancaman non militer bersama sehingga daerah Papua Barat tetap aman.

Ketua STIH Manokwari, Filip Wamafma menyampaikan terima kasih karena STIH menjadi tempat dilaksanakannya seminar dari Kementerian Pertahanan RI, dimana thema sinergitas pembangunan di provinsi Papua Barat guna menghadapi ancaman Non militer dalam rangka mendukung pertahanan negara.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!