Portal Berita Papua Barat

PPs Unipa Bahas Penemuan Ikan Purba di Perairan Raja Ampat

0 171

- Advertisement -

Ilmu Lingkungan (S3) Universitas Papua menggelar kuliah umum terkait penemuan populasi baru ikan raja laut yang merupakan spesies ikan purba atau ikan coelacanth di Perairan Raja Ampat, Papua Barat.
Manokwari, Papuabaratoke.com Program Pascasarjana (PPs) Ilmu Lingkungan (S3) Universitas Papua (Unipa) menggelar kuliah khusus membahas terkait penemuan populasi baru ikan raja laut yang merupakan spesies ikan purba atau ikan coelacanth di Perairan Raja Ampat, Papua Barat.

Kuliah tersebut dilaksanakan di Gedung Pascasarjana Unipa Amban-Manokwari, Sabtu, (24/11/2018), dengan menghadirkan Kadarusman Ph.D, dosen dan penelitian yang mendapatkan Rekor MURI karena penemuannya tentang Ikan Purba Coelacanth.

Kadarusman menjelaskan, bahwa penemuan ikan Purba Coelacanth berawal dari seorang Marinir bernama Daya Santoso di Perairan Raja Ampat pada awal Juli 2018. Menurutnya, ikan purba tersebut serupa dengan spesies ikan purba atau ikan coelacanth di Manado, Biak, dan Afrika.

Jenis Ikan purba coelacanth dengan Genus Latimeria, Famili Latimeriidae, Ordo Coelacanthiformes, Kelas Sarcopterygii, Phylum Chordata, yang hidup sekitar umur 80-100 tahun (foto istimewaIkan purba coelacanth,di pegang oleh penyelam)

“Ikan purba coelacanth dengan Genus Latimeria, Famili Latimeriidae, Ordo Coelacanthiformes, Kelas Sarcopterygii, Phylum Chordata, yang hidup sekitar umur 80-100 tahun dengan habitat perairan dalam sekitar 90-200 meter menambah kasanah penyebaran ikan purba di Indonesia dan menambah koleksi ruang museum Natural History di Perancis,” katanya.

Menurutnya, jenis ikan rainbows melanotaenia fasinensis, ditemukan di Sungai Fasin, Kampung Ween, gugusan kali Kladuk, 25 km sebelah barat Danau Ayamaru, Kabupaten Sorong Selatan-Papua Barat. Berdasarkan riset yang dilakukan bahwa keberadaan nenek moyang dari jenis ikan Rainbows ini berada di Kaimana.

“Saat ini dengan 15 jenis spesies rainbows telah dilakukan domestikasi sebanyak 25 spesies, dan telah dibudidaya oleh mahasiswanya maupun masyarakat di Tanah Papua untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” tutur Kadarusman.

Ia menyebut keanekaragaman hayati di Perairan Indonesia khususnya Tanah papua yang dimiliki saat ini, yaitu sebesar 14 persen ikan dunia yang berada di Indonesia, dan 10 ribu spesies (1,7 ribu yang teridentifikasi), serta 10 persen berada di Papua dan Papua Nugini dengan 2,422 spesies di laut Papua.

Baca Juga:  "Jumat Bersih" UKM Unipa Akan Gelar Timbang Sampah Plastik

“Artinya bahwa 10 persen biodiversitas atau keanekaragaman hayati di Indonesia sebesar 50 persennya berada di Tanah Papua yang menjamin masa depan lebih baik, sehingga perlu dimanfaatkan dan dikelola secara baik,” jelas dia.

Rektor Unipa, Jacob Manusawai, berharap koloborasi seperti ini terus ditingkatkan untuk menambah wawasan dan meningkatkan mutu pendidikan di Unipa khususnya Program Pascasarjana S3 Ilmu Lingkungan.

“Dalam waktu dekat, saya juga akan mendatangkan auditor penulisan jurnal dari Kemenristekdikti sehingga dapat membagi ilmunya bersama-sama disini,” ujarnya.

Mewakili mahasiswa Program S3 Ilmu Lingkungan Unipa, Yohanes Ada Lebang, yang juga selaku Sekretaris Jendral DPP Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unipa mengapresiasi perkuliahan yang dilaksanakan dengan memotivasi mahasiswa untuk memproteksi pembangunan seutuhnya dengan melakukan konservasi sumberdaya alam dan lingkungan menyangkut keanekaragaman hayati baik perairan maupun daratan. (WM)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!