Portal Berita Papua Barat

Sarjana STIH, Diajak Tumbuhkan Jiwa Bangsa “Anti Korupsi”

0 124
Sarjana STIH
Sarjana STIH – Wisudawan/i, STIH Manokwari yang memenuhi Gedung I Ball Room Niu Aston Hotel, mengikuti rapat senat terbuka wisuda sarjana STIH Manokwari T.A 2017/2018 angkatan XXXII, Rabu (21/2/2018).(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Sarjana STIH.  Ratusan sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari diajak dapat menumbuhkan jiwa kader sebagai wisudawan yang mampu menjadi Kader Bangsa “Anti Korupsi”.

Seruan ini dinyatakan salah satu alumni STIH Manokwari, tahun 2001, Yosef Yembise, SH.,MH, yang saat ini menjabat Kepala Lapas Kelas II B Manokwari, saat menghadiri rapat senat terbuka wisuda sarjana STIH Manokwari T.A 2017/2018 angkatan XXXII, di Nius Aston Hotel Manokwari, Rabu (21/2/2018).

Ia mengatakan, budaya korupsi sudah berakar di dalam kehidupan manusia. Hal ini terlihat dari mayoritas oknum atau pelaku korupsi baik di lembaga pemerintah maupun non pemerintah ikut terjebak dari prilaku menyimpang tersebut.

“Korupsi ini sudah masuk dalam extra organized crime (kejahatan yang terorganisir), hal itu terlihat dari korupsi menjadi budaya dan berakar di setiap lini kehidupan. Oleh sebab itu, sejak sekarang dan seterusnya mari kita lawan,” ujar Yembise.

Lebih jauh dia menjelaskan, budaya korupsi yang sudah berakar di lembaga pemerintah akan berimbas negatif bagi masyarakat. Sehingga salah satu langkah yang dilakukan berupa membangun jiwa anti korupsi dalam diri mahasiswa, harus ditegakan dalam kehidupan kedaulatan berbangsa.

Alumni STIH Manokwari, tahun 2001, Yosef Yembise, SH.,MH, yang saat ini menjabat Kepala Lapas Kelas II B Manokwari, saat menghadiri rapat senat terbuka wisuda sarjana STIH Manokwari T.A 2017/2018 angkatan XXXII, di Nius Aston Hotel Manokwari, Rabu (21/2/2018).
Baca Juga:  STIH Kembali Cetak Ratusan Sarjana Hukum

“Sebutan mampus merah itu sudah lama melekat di hati setiap lulusan STIH. Alumni STIH tidak perlu diragukan lagi sudah tersebar di seluruh pelosok nusantara. Sehingga saya ajak dan himpun mari para sarjanawan lulusan STIH kita lawan korupsi,” serunya.

Sebab, budaya korupsi berawal dari hal yang kecil yang tak bisa dibiarkan. Budaya ini selanjutnya sangat merusak moral dari bangsa Indonesia.

“Kesadaran anti korupsi harus ditanamkan kepada generasi muda di Indonesia sejak dini tak terkecuali bagi mahasiswa dan Alumni STIH Khususnya,” tukasnya.

Yembise berharap, sebagai institusi kelembagaan fakultas perguruan tinggi yang telah melahirkan banyaknya sarjana dalam bidang kualitas keilmuan hukum di Tanah Papua, dapat semakin menjadi kelembagaan organisasi yang mampu mengangkat harkat dan martabat pengabdian kepada masyarakat.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com