Portal Berita Papua Barat

SKB Wondama Bentuk 100 Kelompok Belajar, Genjot Pengentasan Buta Aksara

2

Wasior, Papuabaratoke.com – Kabupaten Teluk Wondama sampai saat ini masih bergelut dengan buta aksara. Diperkirakan masih cukup banyak warga Wondama yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung.

sejak awal 2017, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) telah menyebar para tutor guna membentuk kelompok belajar pendidikan keaksaraan untuk 10 dari total 13 distrik di Wondama.  Kepala SKB Teluk Wondama Yudi. S, menargetkan SKB menargetkan dibentuk 100 kelompok belajar, dimana setiap kelompok terdiri atas 10 orang.

“Misalnya penduduk Wondama berjumlah 4 ribu orang, kita bisa tuntaskan buta aksara dalam empat tahun. Andaikan satu tahun kita bebaskan seribu orang dari buta aksara,” ujarnya, Kamis (24 Agustus 2017).
Pendidikan keaksaraan dilakukan dalam waktu 3 bulan, khusus untuk keaksaraan dasar. Dimana lulusannya diharapkan bisa membaca, menulis dan berhitung (calistung).

Mereka yang telah lulus keaksaraan bakal mendapat semacam ijazah yang dikenal dengan sebutan Sukma atau Surat Keterangan Melek Aksara.  Dengan Sukma, warga bisa mengikuti tahapan keaksaraan lanjut sampai dengan keaksaraan tingkat mahir. Dalam 2 tahun terakhir, minat untuk mengikuti pendidikan buta aksara semakin meningkat. Sebagian besar merupakan Ibu Rumah Tangga.

Dalam tahun ini, sedikitnya ada 5 kelompok belajar yang telah menyelesaikan pendidikan, antara lain di Sobei Distrik Teluk Duairi dan di Tandia, Distrik Rasiei.
“Dari 10 orang setiap kelompok belajar, tujuah atau delapan diataranya lulus. Yang tidak lulus kita ikutkan kembali tahun depan,” bebernya. (VIO/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!