Portal Berita Papua Barat

38 Tahun Gunakan Tanah Adat Tanpa Bayar, PT Pertamina TBBM Manokwari Dituntut Angkat Kaki

0 2.458
PT Pertamina TBBM Manokwari Dituntut
PT Pertamina TBBM Manokwari Dituntut – PT. Pertamina (Persero) TBBM Manokwari Marketing Operation Region VIII dipalang dan dituntut angkat kaki alias meninggalkan tempat, oleh masyarakat pemilik hak ulayat, Kamis (1/3/2018).(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – PT Pertamina TBBM Manokwari Dituntut.  PT. Pertamina (Persero) TBBM Manokwari Marketing Operation Region VIII kembali dipalang dan dituntut angkat kaki alias meninggalkan tempat, Kamis (1/3/2018).

Hal ini kembali dilakukan oleh masyarakat pemilik tanah adat yang saat ini digunakan oleh TBBM PT. Pertamina, Jl. Trikora Wosi, Manokwari pasca aksi pemalangan pertama pada Kamis (22/02/2018) lalu, lantaran menilai tak ada niat baik untuk membayar.

Kegiatan aksi demo damai di depan PT. Pertamina Sanggeng Manokwari dilakukan keluarga pemilik Hak ulayat Tanah adat mewakili Semuel Mandacan dan Daud Mandacan.

Pdt. Benyamin Benny Saiba, SH Selaku Ketua kordinator lapangan aksi tersebut dalam orasinya menegaskan, pemilik hak ulayat Daud Mandacan dan Semuel Mandacan menuntut haknya yang diklaim sudah 38 tahun tanah adat dipakai tanpa mendapat hak atas pemakaian tersebut.

Dan hal ini telah diperkuat oleh amar putusan Mahkamah Agung RI, atas permohonan kasasi perkara perdata No. 20/Pdt.G/2015/PN Mnk Jo No. 35/Pdt/ dalam perkara antara PT. Pertamina (Persero) cq. PT. Pertamina (Persero) TBBM Manokwari Marketing Operation Region VIII Pemeritah Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Melawan Tn. Samuel Mandacan, dkk yang dikirim ke Mahkamah Agung RI.

Masa menuntut Direktur Utama PT. Pertamina segera menyelesaikan ganti rugi tanah seluas 41.389 m² (Empat puluh satu ribu tiga ratus delapan puluh sembilan meter persegi) yang telah digunakan PT.

Masarakat pemilik hak ulayat menuding PT. Pertamina, menggunakan tanah adat tersebut tanpa sepengetahuan dan seijin pemilik tanah adat dan belum pernah dibayarkan selama 38 Tahun beroperasi.

“Kami sudah berikan waktu seminggu hingga 01 Mei 2018 kepada pihak Pertamina untuk segera menjawab tuntutan masyarakat adat yang sudah sekian lama belum terselesaikan. Jadi tidak ada lagi kompromi, tawar berarti tambah harga denda ulayat,” tegas Saiba, di depan halaman TBBM Pertamina, Kamis (1/3/2018) pagi.

Dimana terkait hal ini, jika Dirut Pertamina tak mengambil langkah maka, Depot PT. Pertamina segera angkat kaki dari kota Manokwari.

Baca Juga:  Jawab Tuntutan Pemilik Hak Ulayat ke PT. Pertamina, Pemda Siap Dampingi ke Jakarta
Masyarakat pemilik tanah adat yang saat ini digunakan oleh TBBM PT. Pertamina, Jl. Trikora Wosi, Manokwari pasca aksi pemalangan pertama pada Kamis (22/02/2018) lalu, menilai tak ada niat baik untuk membayar.(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

 

Baca Juga:  Puluhan Masyarakat Seruduk Kantor TBBM Manokwari

Pasalnya kata dia, PT. Pertamina (Persero) TBBM Manokwari telah menggunakan lahan tanah adat keluarga Daud Mandacan seluas 56.878 m² (lima puluh enam ribu delapan ratus tujuh puluh delapan meter persegi) sejak pada tahun 1981 silam.

Dimana, 20 Mei 2003, pemilik tanah adat bersama pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Manokwari dan PT. Pertamina telah menyepakati untuk melepaskan tanah adat seluas 15.489 m² kepada pemda Manokwari untuk digunakan sebagai lokasi PT. Pertamina TBBM Manokwari.

Dari total luas lokasi tanah adat sebesar 56.878 m², hanya 15.489 m² saja yang sudah diganti rugi sedangkan penggunaan tanah tambahan seluas 41.389 m² (empat puluh satu ribu tiga ratus delapan puluh sembilan meter persegi) belum dibayar atau ganti rugi hingga aksi demo damai dilakukan. Sehingga total Rp. 413 Miliar harus segera di bayarkan.

“Kami mau ada kepastian dan kesiapan untuk segera membayar HAK kami. karena semua proses kami telah ikuti dari sejak PN Manokwari, Pengadilan Tinggi Jayapura dan hinga ke Mahkamah Agung. jadi kami minta dirut pertamina bertanggung jawab,” cetusnya.

Pantauan langsung Papuabaratoke.com, masyarakat pemilik hak ulayat yang menduduki halaman TBBM PT Pertamina Manokwari sejak pukul 07.00 -09.30 WIT, dikawal ketat aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi, S.IK.

Sementara Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan juga turut hadir dan menjadi penengah antara pihak Pemda Manokwari dan BUMN TBBM PT Pertamina.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!