Portal Berita Papua Barat

Guru SMKN 1 Manokwari Ditemukan Tewas Dalam Kamarnya

0 3.886
Guru SMKN 1 Manokwari
Guru SMKN 1 Manokwari – Diduga mengalami sakit, salah satu guru SMKN 1 Manokwari, Drs Mesak Edison Asso (58) ditemukan tewas dalam kamar miliknya, di Alamat Jalan Trikora Wosi tepatnya lorong samping Toko Senang Hati, Kamis (8/3/2018).(Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Guru SMKN 1 Manokwari, Drs Mesak Edison Asso (58) ditemukan tewas dalam kamar rumah miliknya, di Jalan Trikora Wosi tepatnya lorong samping Toko Senang Hati, Kamis (8/3/2018).

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi yang dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, korban ditemukan tak bernyawa oleh istri dan anaknya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pada Rabu 7 Maret 2018 sekira pukul 22.00 WIT, korban masuk ke ruangan kerjanya untuk istirahat dengan mengunci pintu dari dalam.

Selanjutnya kata dia, sekitar pukul 06.30 WIT, istri korban mengetuk pintu untuk membangunkan, akan tetapi tak ada jawaban.

“Dan saat istri korban kembali mencoba untuk membangunkan, tetapi tetap tidak ada jawaban. Pukul 15.00 WIT. istri korban mencoba mengetuk lewat jendela di samping rumah, lagi-lagi tetap tidak ada jawaban,” terang Erwindi menjawab Papuabaratoke.com, Kamis (8/3/2018) malam.

Dan pada pukul 19.00 WIT, anak korban mencoba menghubungi melalui HP milik korban, lanjut Erwindi menjelaskan, namun lagi-lagi tak mendapat jawaban dari korban.

Baca Juga:  Breaking News, Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di STPP Manokwari

Selanjutnya, istri beserta anak korban memberanikan diri untuk mendobrak pintu ruang kerja dan setelah berhasil mendobrak pintu, istri dan anaknya, sontak kaget mendapati korban dalam keadaan tak bernyawa dengan posisi menyamping kekanan.

“Korban tidak menggunakan baju, hanya mengenakan celana pendek warna biru. Piket yang mendapat laporan, langsung ke TKP dan melakukan olah TKP setelah itu korban dibawah ke RSUD Manokwari dengan menggunakan mobil SPKT guna di autopsi,” terang Erwindi.

Iya menyebutkan, dari hasil visum terhadap jenasah korban, tak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dan korban diduga meninggal akibat sakit.

Diakuinya, terhadap tubuh korban sudah mulai lebam dan kulit terkelupas serta kaku mayat mulai hilang lantaran menunjukan korban telah meninggal lebih dari 24 jam.

“Dugaannya, korban meninggal akibat sakit. Tapi pihak kami tetap akan lakukan pemeriksan saksi-saksi terkait riwayat sakit korban dan kebiasaan sehari-harinya,” tutup Erwindi.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!