Portal Berita Papua Barat

Ini Hasil Pertemuan Perwakilan Pemilik Ulayat dengan Pihak TBBM Manokwari

0 102
Pertemuan Perwakilan Pemilik Ulayat
Pertemuan Perwakilan Pemilik Ulayat – Masyarakat Suku Arfak yang mengklaim sebagai pemilik ulayat dengan pihak TBBM Manokwari saat menggelar aksi demonstrasi di Kantor TBBM Pertamina, Kamis (22/2/2018) pagi. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pertemuan Perwakilan Pemilik Ulayat.  Perwakilan masyarakat suku Arfak yang mengklaim sebagai pemilik ulayat atas areal Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Manokwari bertemu dengan pihak perwakilan TBBM, Kamis (22/2/2018) pagi.

Sebelumnya, masyarakat menggelar aksi di depan pintu masuk kantor TBBM selama lebih kurang 30 menit. Setelah bernegosiasi dengan pihak kemaaman dan kepolisian, perwakilan masyarakat bersama pertamina mengelar pertemuan terbatas.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kantor TBBM yang terletak di Jalan Trikora Wosi, itu dihadiri antara lain : Operation Head (OH) TBBM Jefri Mahenggung, Kepala Seksi Keamanan Untung, dan Bagian Hukum TBBM Manokwari, Harto.

Sementara dari pihak masyarakat diwakilkan lebih kurang 5 orang, yakni Benny Saiba, Isak Katebu, Fredik Mandacan, Panus Mandacan, dan Sam Nuham.

Dalam diskusi yang berlangsung lebih kurang 1 jam itu, Benny Saiba mengemukakan tuntutan ganti rugi masyarakat atas areal TBBM sudah dimenangkan di tingkat Pengadilan Negeri, bahkan Pengadilan Tinggi.

Dengan demikian, pihak PT Pertamina Persero, menurut dia wajib membayar tuntutan ganti rugi. Pasalnya, ganti rugi tanah yang dipakai membangun TBBM selama 38 tahun (1981) belum tuntas.

“Total luas tanah adat adalah 56.878 meter persegi, telah diberikan ganti rugi sebesar 15.489 meter persegi. Sehingga masih tersisa 41.389 meter persegi yang belum dilepas atau diberikan ganti rugi,” kata Benny Saiba ketika membaca pernyataan sikap masyarakat.

Selain itu, dalam pernyataan sikap juga dituntut kepada PT Pertamina melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat dalam bentuk tunai senilai Rp111 miliar. Tuntutan ini dengan perhitungan selama 37 tahun dikalikan Rp3 miliar rupiah per tahun.

“Harga tanah yang dibangun TBBM adalah tanah kelas satu, harganya Rp10 juta per meter persegi. Luas tanah kami yang belum diganti rugi adalah 41.389 meter persegi. Jadi dikali 10 juta maka ganti rugi yang harus dibayarkan senilai Rp413 miliar 890 juta,” beber Benny Saiba.

Benny menegaskan, waktu untuk mendapatkan kepastian akan tuntutan ganti rugi adalah 1 minggu. “Jika tuntutan kami tidak ditanggapi, maka kami mempersilahkan PT Pertamina angkat kaki dari tanah adat kami selambat-lambatnya per 1 Maret 2018,” ujar dia.

Mendengarkan pernyataan sikap ini, Jefri Mahenggung mengatakan tidak  bisa memberikan keputusan. Alasanya, sebagai OH, dia hanya diberikan tugas melaksanakan pendistribusian BBM ke masyarakat di wilayah kerja TBBM Manokwari.

Pertemuan Perwakilan Pemilik Ulayat
Pertemuan Perwakilan Pemilik Ulayat – Suasana pertemuan perwakilan masyarakat Suku Arfak yang mengklaim sebagai pemilik ulayat dengan pihak TBBM Manokwari. Pertemuan yang berlangsung di ruang Kantor TBBM ini, masyarakat memberikan dead line 1 minggu kepada Pertamina untuk menjawab tuntutan mereka. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)

Baca Juga:  Puluhan Masyarakat Seruduk Kantor TBBM Manokwari

“Proses peradilan harus dihormati dan dipahami. Kita pahami karena proses peradilan ada pada tahap Kasasi. Apapun keputusannya harus dipahami bersama,” ujar Jefri.

Menurut Jefri hingga kini belum ada keputusan dari kantor regional di Jayapura, Papua. TBBM Manokwari masuk dalam Wilayah Market Operation Regional (MOR) VIII. “Kami akan dengan rela jika dalam proses peradilan kami kalah,” tuturnya.

Pertemuan antara perwakilan masyarakat dengan pihak pertamina ini terjadi tolak menolak. Sebab, Benny menghendaki pihak pertamina menandatangani berita acara yang berisikan tentang penerimaan aspirasi tuntutan masyarakat.

Tidak ada keputusan yang tegas dari hasil pertemuan tersebut. Pertemuan ini juga turut dihadiri Kabag Ops Polres Manokwari, Kompol Winarto dan Kasat Binmas, IPTU Subiyanto.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com