Portal Berita Papua Barat

Kantor Lurah Amban Dipalang, Ternyata Ini Penyebabnya

0 654
Kantor Lurah Amban Dipalang
Kantor Lurah Amban Dipalang – Kantor kelurahan Amban, dipalang sejumlah warga setempat dan para staf, Selasa (27/2/2018).(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Kantor Lurah Amban Dipalang.   Kantor kelurahan Amban, dipalang sejumlah warga setempat, Selasa (27/2/2018).

Pemalangan ini selain dilakukan oleh warga setempat, juga oleh staff kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Sesuai informasi yang dihimpun Papuabaratoke.com, warga setempat ternyata enggan menyetujui dipimpin oleh pejabat kelurahan yang baru dan tuntut janji pemekaran daerah kelurahan Amban menjadi Distrik Manokwari Tengah.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi melalui Kapolsek Amban AKP Marthen Batti ditemui di ruang kerjanya Selasa (27/2/2018) sore, membeberkan, ihwal aksi pemalangan tersebut.

Ia mengatakan, pemicu persoalan ini telah mencuat pasca pergantian kepala kelurahan Amban beberapa waktu lalu.

Karena itu, mantan penjabat lurah, Anton Mandacan dan pejabat lurah yang baru, Adie telah dipertemukan dan saling diminta untuk mewujudkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat kelurahan Amban tanpa adanya permasalahan.

“Kami sebelumnya juga sudah melakukan pendekatan persuasif dan telah memberikan penjelasan kepada para staf lurah setempat dan ketua RT/RW setempat,” Ujar Kapolsek Marthen.

“Hanya saja, aksi hari ini, kami baru ketahui saat mantan lurah datang melapor bahwa kantor sudah di palang,” sambungnya.

Marthen menjelaskan, adapun pemalangan tersebut dilakukan sejak pukul 11.45 WIT, dan telah dilaporkan ke Bupati Manokwari Demas. Paulus Mandacan.

“Kami sudah lapor ke Bupati, dan posisi beliau masih ada di SP. Nanti akan datang berusaha menemui pihak terkait yang melakukan aksi pemalangan ini,” akunya menjelaskan.

Baca Juga:  Geram!! Bupati Mandacan Ingatkan RT/RW Kelurahan Amban Tak Lagi Palang-Memalang
Kapolsek Amban, AKP Marthen Batti(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

Dimana tuntutan para staf kelurahan dan warga RT/RW Amban adalah, pihak staf dan anggota kantor jajaran kelurahan Amban enggan dipimpin oleh pejabat yang baru. Dengan alasan bukan warga sekitaran kelurahan Amban.

Selain itu, masyarakat menilai sekretaris lurah lebih pantas untuk menjabat sebagai lurah kelurahan Amban. Sebab masyarakat menilai semenjak mantan lurah yakni Anton Mandacan yang sudah 8 tahun menjabat menjadi lurah Amban.

Dan telah melaksanakan tugas serta tanggungjawabnya secara baik, dan banyak mengedukasi pengarahan pelayanan yang baik kepada para staff.

Selain itu, meminta kelurahan Amban segera disahkan secara administratif menjadi Distrik Manokwari Tengah sesuai janji Bupati pada Peraturan Bupati tahun 2011.

“Jadi nanti kita tunggu perintah dari Bupati, agar jangan ada pergesekan di tengah kelompok masyarakat Amban,” jelas Marthen.

Sesuai pantuan Papuabaratoke.com, Selasa (27/2/2018), sejak dipalang sekira pukul 11.45 WIT, aktifitas pelayanan kantor lurah amban kepada masyarakat, lumpuh total.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!