Portal Berita Papua Barat

Ledakan Bom Tiga Gereja di Surabaya, 6 Orang Tewas dan 35 Luka Parah

0 584
Ledakan Bom Tiga Gereja di Surabaya
Ledakan Bom Tiga Gereja di Surabaya – Sejumlah korban dan diduga pelaku yang tewas di depan pintu gereja atas aksi teror bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.(Foto: Istimewa)
Papuabaratoke.comLedakan Bom Tiga Gereja di Surabaya.  Ledakan bom di tiga gereja di Surabaya terus menambah korbannya. Hasil identifikasi sementara kepolisian, sekitar pukul 10.10 WIB, menyebutkan 6 orang tewas dan 35 orang lainnya luka parah sehingga dilarikan ke rumah sakit.

Menurut polisi, bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.

Selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno, dan tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro, kata polisi.

“Enam orang meninggal dunia, dan 35 orang lainnya mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke rumah sakit,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung, seperti dilansir dari detik.com, Minggu (13/5/2018).

Frans Barung mengatakan, kepolisian akan menyampaikan perkembangan dari waktu ke waktu setiap jam.

Saksi mata, Antonius mengaku melihat seorang perempuan membawa dua anaknnya meledakkan dirinya di depan halaman Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Ngagel Madya Utara Surabaya .

“Saya sempat melihat dua orang anak dan ibunya datang membawa dua tas,” kata satpam, Antonius.

Awalnya, menurutnya, petugas menghadang ibu tersebut di depan pagar halaman gereja, tetapi ibu itu tetap mencoba masuk. “Tiba-tiba saja ibu itu memeluk petugas,” ungkapnya.

“Tiba-tiba meledak,” ungkap Antonius.

Saksi mata lainnya,  Samsia mengungkapkan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Ngagel Madya Utara Surabaya diduga berjumlah dua orang. Mereka menerobos gerbang gereja menggunakan sepeda motor.

“Saya pas lihat masuk orang dua menerobos masuk tapi orangnya langsung mati (meledak). Jadi mereka pakai motor langsung tet (klakson). Kan nggak biasanya begitu,” katanya.

Menurut Samsia, salah seorang pelaku membawa tas ransel. Keduanya sama-sama mengenakan celana warna hitam.

“Ya, bawa ransel, bawa anu pokoknya, kalau nggak salah pakai celana hitam di depan pintu gerbang pas lokasi saya jualan. Kalau nggak salah pakai celana panjang dua-duanya orang kurus,” terang Samsia.

Samsia yang berjualan di dekat pintu gerbang gereja sampai terpental karena ledakan. Dia melihat ada dua polisi dan dua pihak keamanan gereja yang jadi korban.

“Satpam kena 2, polisi kena. Satu satpam, perempuan tukang catat di gereja. Saya terlempar 15 meter,” ujar dia.

Penulis: Marselius Gusti Palumpun
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!