Portal Berita Papua Barat

Mahasiswi Asal Kaimana Tewas Terseret Arus di Pantai Amban Manokwari

0 767
Mahasiswi Asal Kaimana
Mahasiswi Asal Kaimana – Almarhumah mahasiswi asal Kabupaten Kaimana, Darmi Rahman Werfete (20) yang tenggelam di Pantai Kafiar Amban, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Minggu (18/2/2018) sore.(Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Mahasiswi Asal Kaimana.   Pantai Kafiar Amban Manokwari kembali menelan korban jiwa. Kali ini korbanya, adalah mahasiswi asal Kabupaten Kaimana, Darmi Rahman Werfete (20) di salah salah satu Kampus di Manokwari.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi S.IK melalui Kapolsek Amban AKP Marthen Batti, Senin (19/2/2018) mengatakan, peristiwa ini terjadi di Pantai Kafiar Amban Pantai, sekira pukul 16.00 WIT, Minggu (18/2/2018).

Kejadian bermula, saat korban bersama seorang rekannya (Saksi) Qurrata Ayun Murakabi (23) warga anggori, berenang dengan jarak sekitar 20 meter dari bibir pantai Amban.

“Korban merupakan salah satu oknum mahasiswi, beralamat di depan Asrama Kaimana. Saat itu korban bersama teman lelakinya, berekreasi sambil mandi di pantai (Berenang,red),” tutur Marthen Batti.

Tak berselang lama, lanjutnya, korban terseret ombak. Dan sempat ditolong oleh rekannya (Saksi) Qurrata Ayun Murakabi, namun tak tertolong.

Kapolsek Amban, AKP Marthen Batti (Jaket Hitam) saat melihat jenazah, almarhumah mahasiswi asal Kabupaten Kaimana, Darmi Rahman Werfete (20) yang tenggelam di Pantai Kafiar Amban, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Minggu (18/2/2018) sore.(Foto: Istimewa)

Lanjut AKP Marthen Batti menjelaskan, usai melakukan olah TKP dirinya bersma Ketua FKPM kelurahan Amban, Bapak Emus Wihiyawari langsung mendatangi korban yang sudah di evakuasi ke Kamar Mayat RSUD Manokwari. Minggu (18/2/18) pukul 22.30 WIT.

“Saya sudah melakukan Koordinasi dengan pihak keluarga korban terkait musibah ini. Dari keluarga korban, menolak untuk dilakukan otopsi. Yang penting sudah ada pemeriksaan luar oleh Dokter,” terangnya.

Selanjutnya kata dia, pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak medis, terkait Visum Et Repertum (VER) korban namun pihak medis menyampaikan bahwa untuk penerbitan VER harus meminta surat permintaan dilakukan visum dari Kepolisian.

“Jenasah korban usai disemayamkan di asrama mahasiswa Kaimana, direncanakan akan segera dikirim ke Kaimana tempat asal keluarga korban, untuk selanjutnya akan dimakamkan,” jelas Marthen Batti.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com