Portal Berita Papua Barat

Peringati Hari HAM, “Mahasiswa Nyatakan Tak Percaya Penegak Hukum”

0 27
Mahasiswa UNIPA yang tergabung Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI), saat Long march di depan Mapolda PB (Foto:PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Puluhan Mahasiswa Universitas Papua (Unipa) yang tergabung dalam Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) wilayah Papua Barat, menyatakan tak percaya pada aparat penegak hukum.

Hal ini disampaikan puluhan mahasiswa saat memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang jatuh pada, 10 Desember 2017 kemarin, di depan pintu gerbang kampus Unipa.

Rusmanudin selaku Ketua FL2MI wilayah Papua Barat, menuturkan, 69-tahun faktanya terlewati, hingga kini belum ada penyelesaian kasus dugaan pelanggaran HAM di tanah Papua.

“Untuk itu, momen 10 Desember ini kami lakukan damai atas ketidak percayaan kami kepada penegak hukum yang ada di negara ini, karena tidak mampu menyelesaiakan pelanggaran HAM di tanah Papua,” ucapnya.

Selain itu, dia menginginkan pemerintah membuka ruang kepada wartawan asing dan PBB membentuk tim investigasi di tanah Papua, sehingha dapat menjawab harapan rakyat dalam menanti keadilan.

“Kasus-kasus besar, seperti Wamena berdarah, Biak berdarah wasior berdarah dan Sanggeng berdarah, harus mendapat penyelesaian,” tukas dia.

“Tidak ada pernyataan sikap yang kami bawa dalam aksi ini, tidak ada tuntutan-tuntutan pelanggaran HAM, karena kami sudah tidak percaya lagi, setiap tahun kami aksi demo tidak ada hasil tindak lanjut dari penegak hukum,” cetusnya.

Pantauan langsung Papuabaratoke.com, stelah menyampaikan orasinya, massa aksi, lansung longmarct menuju Mapolda Papua Barat, untuk melanjutkan dan menyampaikan aspirasinya dengan mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian.

Editor : Kris Tanjung
Penulis : Clemens
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!