Portal Berita Papua Barat

Produksi Komoditas Pangan Belum Maksimal

0 23
Foto Yopi Fonataba Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua Barat

Manokwari, Papuabaratoke.comPemerintah Provinsi Papua Barat berupaya memaksimalkan produktifitas komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan lokal. Sejumlah program 2017 yang telah dilaksanakan akan dievaluasi dalam rapat koordinasi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Yopi Fonataba, Senin (4/9/2017) mengatakan komoditas pertanian perlu mendapat perhatian prioritas sehingga Papua Barat bisa mandiri soal pangan.

“Harus diberikan keleluasaan kepada dinas untuk melaksanakan program. Saya optimis dengan kebijakan pak gubernur saat ini pengembangan program pertanian bisa maksmal. Ini harapan saya,” katanya.

Dia mengungkapkan, pengembangan sejumlah komoditas pangan seperti, jagung, padi, bawang merah, sayuran dataran tinggi dan sayuran rendah telah dilakukan di sejumlah daerah. Pengembangan sejumlah komoditas tersebut mendapt dukungan anggaran melalui APBN maupun APBD provinsi.

“Sudah ada pembahasan oleh pak gubernur di Sorong pada pertengahan Juni. Akhir Agustus lalu, pak gubernur juga sudah bertemu dengan Menteri Pertanian untuk pengembangan program pertanian melalui dukungan APBN. Kita harapkan Papua Barat bisa mandiri,” tutur Yopi.

Melalui alokasi APBN Perubahan 2017, dialokasikan anggaran berkisar 2 miliar lebih. Anggaran ini untuk mendukung pengembangan budi daya sayuran dataran tinggi dan tanaman perkebunan. Adapun luas lahan yang disediakan dengan angaran terebut adalah seluas 200 hektar.

“Kita berharap apa yang sudah diperjuangkan oleh gubernur bisa menjawab kebutuhan di daerah dan juga bisa menjawab inflasi yang terjadi di Papua Barat,” ujar Yopi optimis.

Yopi menambahkan, program 2017 akan dievaluasi dalam rapat koordinasi (Rakoor). Peserta rakoor terdiri dari Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dari Kabupaten dan Kota di Papua Barat.

“Kita berharap ada respon dari kabupaten dan kota terkait program yang dilaksanakan. Apakah sudah sesuai dan petani merasakan manfaatnya atau belum. Kita juga akan melihat apakah program yang dilaksanakan ini memberikan dampak terhadap produktifitas atau tidak. Juga apakah mempengaruhi inflasi atau tidak,” pungkasnya. (ARF/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!